Kultum Ramadan
Makna Penciptaan Manusia
Salah satu ayat yang selalu kita baca, selalu kita dengar, baik disampaikan oleh guru-guru kita maupun kita dengar, atau kita saksikan di media
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Maka apabila dua hal ini kita lakukan, kita termasuk sesuai dengan apa yang kita cita-citakan. Sesuai dengan apa yang diprogramkan oleh sang pencipta kita iyalah Allah SWT.
Nabi Yahya ketika beliau kecil, beliau berjalan dari rumah ke Baitul maqdis. Ketika itu beliau berusia 10 tahun, lalu ketika di perjalanan beliau diajak teman-temannya untuk bermain sebagaimana anak-anak pada umumnya yang usia pada waktu itu adalah usia bermain. Paragraf yang usia pada waktu itu adalah usia bermain.
Tetapi apa yang keluar dari mulut nabi Yahya as, justru ia mengatakan dengan teman-teman yang seusia dengan beliau pada waktu itu: bahwa aku diciptakan dan dijadikan oleh Allah SWT bukan untuk bermain seperti apa yang teman-teman ajak saya.
Kita tidak bisa menyaksikan secara keseluruhan program Allah kepada manusia, tetapi nabi Yahya sejak kecil beliau sudah ditanamkan untuk selalu Istiqomah mantap menjalankan program yang diciptakan oleh Allah kepada beliau.
Oleh karena itu muslimin dan muslimat, sebagaimana media HP dan sebagainya fungsi awalnya adalah ber berkomunikasi. Tetapi apabila, dia tidak bisa berfungsi lagi untuk berkomunikasi HP itu dianggap error dan sebagainya.
Begitu juga manusia, Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Kemudian manusia itu untuk kenal kepada Allah. Tetapi apabila dua hal ini tidak dilakukan oleh manusia maka manusia itu sendiri dianggap error. Manusia tidak lagi menjalankan sesuai dengan program yang diciptakan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat sering kita dengar, beliau dalam ibadahnya kepada Allah sampai kakinya bengkak, sakit dan sebagainya. Padahal kita tahu bahwa beliau adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Sangat akrab dan selalu berkomunikasi. Tetapi apa yang dicontohkan beliau adalah sebuah pembelajaran yang bisa diikuti oleh umatnya. Beliau saja seorang nabi seperti itu apalagi kita sebagai umatnya yang jauh dari nilai-nilai kebaikan. Maka seyogyanya kita, lebih kuat dan lebih keras beribadah daripada Rasulullah SAW.
Ini menegaskan kepada kita bahwasanya untuk tidak keluar dari koridor yang diciptakan oleh Allah SWT. Garisan-garisan yang diberikan oleh Allah kepada kita semua sehingga kita termasuk orang-orang yang sesuai dengan penciptaan Allah SWT.
Baca juga: Materi Kultum Tarawih: 7 Hikmah Puasa Ramadan bagi Umat Islam
Baca juga: Prakiraan Cuaca Tebo di 17 Kecamatan 7-15 Maret 2025, Jujuhan Hujan Saat Pasang Jembatan Darurat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Anwar-Sadat-223.jpg)