Polemik di Papua

Keberadaan AKP Tomi S Marbun Hilang saat Kejar KKB Papua Masih Misteri, Adik Mengadu ke DPR RI

Keberadaan AKP Tomi S Marbun, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Papua Barat yang dikabarkan hilang saat penggerebekan KKB Papua masih misteri.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Papua Barat
HILANG SAAT KERJA KKB PAPUA: AKP Tomi S Marbun, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Papua Barat hilang akibat tergelincir saat gerebek KKB Papua. Keberadaan AKP Tomi S Marbun hingga saat ini masih misteri. (Tribun Papua Barat) 

Kabar AKP Tomi S Marbun hilang saat kejar KKB Papua

TRIBUNJAMBI.COM - Keberadaan AKP Tomi S Marbun, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Papua Barat yang dikabarkan hilang saat penggerebekan KKB Papua pada Rabu (18/12/2024) lalu masih misteri.

Kasat yang saat itu bersama Kompi C Brimob Teluk Bintuni, Resmob Polres Teluk Bintuni, Satgas Yonif 642/KPS, dan Yonif 763/SBA mengintai KKB pimpinan KKB Moskona dikabarkan tergelincir.

Berbagai upaya dilakukan aparat TNI dan kepolisian untuk mencari putra asal Pematang Siantar itu.

Memasuki bulan ketiga sejak dilaporkan hilang, keberadaan AKP Tomi S Marbun tak kunjung ditemukan.

Berbagai upaya dilakukan keluarga, hingga meminta bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto agar bisa menemukan Kasat Reskrim tersebut.

Terbaru, Advokat Monterry Marbun SH, Adik AKP Tomi S Marbun menyambangi gedung DPR RI Komisi III dan V.

Dia mengadukan keluhannya terhadap sikap Polda Papua Barat dan Polres Teluk Bintuni.

Baca juga: Respon Kapendam Cendrawasih Usai TNI Dituding KKB Papua Bakar Rumah Warga di Pegunungan Bintang

Baca juga: Siapa Yesaya Serewi Bagi KKB? Sosok Eks Geriliyawan OPM Wafat di Perbatasan Jayapura-Papua Nugini

Monterry Marbun mengaku kecewa atas keputusan yang memberhentikan proses  pencarian Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni itu.

Dia mengatakan abangnya itu hilang saat menjalani tugas negara.

Sehingga dia mengadu ke Komisi III DPR RI dan Komisi V untuk meminta pertolongan dan keadilan.

"Agenda hari ini kita mau mengirimkan surat atau mendatangi Komisi III DPR RI dan Komisi V DPR RI. Kita memohon pertolongan kepada pimpinan Komisi III DPR RI bapak Habiburokhman dan pimpinan Komisi V bapak Lasarus untuk memohon keadilan terkait kasus Kasat Reskrim yang telah hilang hampir 3 bulan tanpa adanya kejelasan ," jelasnya, Jumat (28/2/2025). 

Dia mengaku sangat kecewa kepada Polres hingga Polda Papua Barat.

"Banyak sekali kekecewaan terhadap Polres dan Polda. Ada upaya kita menghubungi kapolda dengan cara chat melalui wa dengan panjang lebar untuk meminta kejelasan, jawaban hanya terimakasih sarannya, terimakasih akan kita tindaklanjuti dan kapolda juga memberikan statement melalui kabid humas untuk memberhentikan pencarian sementara tanpa adanya alasan ataupun keterangan kenapa diberhentikan sementara," sambungnya.

Dia juga menyayangkan keputusan tim Basarnas yang hanya turun ke TKP satu hari saja dalam melakukan pencarian di Sungai Rawara, Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni, Papua Barat

"Begitu juga dengan komisi 5 bapak Lasarus, kita memohon untuk memeriksa basarnas, yang mana basarnas dibawahi langsung oleh komisi 5. Karena dari 3 bulan pencarian yang dilakukan, hanya 1 hari saja basarnas ada di TKP di tanggal 19 Desember 2024. Selebihnya kita tidak pernah liat basarnas di TKP sampai detik ini," jelasnya.

Untuk itu, Advokat Monterry Marbun berharap agar aduannya ini dapat direspon oleh pihak wakil rakyat dan mengundang pihak keluarga untuk Rapat Dengar Pendapat. 

Pasalnya, hingga saat ini pihak keluarga belum menerima informasi yang jelas dari Polres Teluk Bintuni dan Polda Papua Barat. 

Baca juga: Pentolan KKB Papua dan 6 Tahanayang Kabur dari Lapas Wamena Diburu Satgas Ops Damai Cartenz

Apalagi, Iptu Tomi Marbun hilang saat sedang menjalani tugas negara dalam operasi penangkapan terhadap DPO KKB, Marthen Aigingging. 

"Kami memohon kepada bapak Habiburohman selaku ketua komisi 3 berkenan untuk mengundang kami sekeluarga untuk rapat dengar pendapat karena hampir 3 bulan ini kita tidak mendapat kepastian dari pihak polres Bintuni tentang bagaimana keadaan sebenarnya, bagaimana kronologi, sebenarnya, apa yang terjadi sebenernya, ini kita tidak tahu sama sekali dari pihak keluarga," ujar Advokat Monterry Marbun.

Kronologi

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Ongky Isgunawan mengatakan personel gabungan TNI dan Polri yang terlibat dalam patroli bersama untuk menangkap buronan KKB Papua mulai 15 Desember 2024.

Pada 18 Desember pukul 06.30 WIT, tim memantau wilayah menggunakan drone di sekitar kebun milik Marten Aikinggin, satu di antara pimpinan KKB Papua Moskona.

Setelah keberadaan Marten terdeteksi, personil gabungan bergerak ke kebun di seberang kali Rawara.

"Dalam perjalanan menuju target lokasi, Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi S Marbun tergelincir lalu hanyut terbawa derasnya arus kali Rawara,” ucap Ongky Isgunawan, Minggu (22/12/2024).

Saat itu juga, sebagian anggota tim gabungan langsung mencari Tomi, tapi tak pencarian tak membuahkan hasil.

Selanjutnya, Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Choiruddin Wachid, bersama personil gabungan TNI dan Polri serta elemen SAR melakukan pencarian menggunakan dua helikopter.

Baca juga: Polresta Jambi Tangkap Pengedar Narkoba di Jelutung, 21 Paket Sabu Diamankan

"Kami akan terus berusaha secara maksimal. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar Iptu Tomi Marbun, pejuang Merah Putih NKRI dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Ongky Isgunawan.

Harapan Sang Ibunda

Ibunda AKP Tomi S Marbun, Elfrida Br Gultom berharap agar anaknya segera ditemukan.

Dari Pematang Siantar, Elfrida mengenang sang anak dan menyebutkan Natal 2024 terasa hampa tanpa Kasat Reskrim Polres Bintuni yang hilang saat kejar KKB Papua itu.

Ibunda berharap kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Irjen Jhonny Edison Isir untuk memaksimalkan pencarian.

"Anak kami bekerja untuk negara, mengejar KKB. Tolong Bapak turunkan tim, tambah personel untuk mencari keberadaan anak kami ini," katanya ditemani suaminya, Tumpal Marbun dan adik iparnya, Ronald Tampubolon, Kamis (26/12/2024). 

Sejak Tomi S Marbun dikabarkan hilang, Elfrida mengaku belum mendapatkan perkembangan berarti dari tim pencarian. 

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto melalui Kapolri bisa menambah personel baik udara dan darat untuk mencari Tomi.. 

AKP Tomi S Marbun memiliki istri bernama Riah Ukur Tarigan dan putra yang baru berusia 8 bulan.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Murka Dedy Mulyadi, Istri Wali Kota Bekasi Nginap Hotel Saat Banjir: Beri Contoh Bukan Enak Sendiri

Baca juga: Prediksi Skor dan Statistik Pafos vs Djurgården di Liga Konferensi Eropa, Kick off 03.00 WIB

Baca juga: 13 Sekolah Dasar di Sarolangun Jambi Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai

Baca juga: Beda Jauh dengan Pertamina, 2 Direktur Shell Ini Pilih Undur Diri demi Perkembangan Perusahaan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved