Polemik di Papua
KKB Papua Tuding TNI Bakar Rumah Warga, Kapendam: Hoaks dan Menyesatkan, Justru Sebaliknya
TPNPB-OPM atau KKB Papua menuding TNI membakar rumah warga di Distrik Oskop Kabupaten Pegunungan Bintang.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau KKB Papua menuding TNI membakar rumah warga di Distrik Oskop Kabupaten Pegunungan Bintang.
Tudingan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XXXV Bintang Timuritu terjadi pada 2 Februari 2025.
"Atas tuduhan palsu bahwa rumah tersebut dimiliki oleh pasukan TPNPB, maka langsung dibakar sementara rumah lainnya di jadikan pos militer dalam rangka melakukan operasi lebih luas di Kabupaten Pegunungan Bintang," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam keterangannya.
Dia mengatakan tujuh rumah yang dibakar.
Sementara tiga rumah telah dijadikan pos pertahanan Militer Indonesia.
Sebby sebut TNI juga menggunakan Gereja GIDI untuk pos pertahanan.
Sebby lantas meminta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk segera tentukan batas wilayah perang di Pegunungan Bintang.
Termasuk menentukan tempat atau area bagi warga sipil untuk beraktivitas.
Baca juga: Pentolan KKB Papua dan 6 Tahanayang Kabur dari Lapas Wamena Diburu Satgas Ops Damai Cartenz
Baca juga: Update Aksi Tolak Makan Begizi Gratis di Papua, Aliansi Pelajar Bantah Guru Honorer Terlibat
Terkait pemberitaan itu, TNI memastikan kabar tersebut sebagai berita hoaks atau bohong dan menyesatkan.
Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa rumah-rumah tersebut dijadikan markas OPM dan kemudian diubah menjadi pos TNI.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan menegaskan berita tersebut sengaja disebarkan KKB Papua dan simpatisannya untuk menciptakan keresahan di masyarakat.
“Itu hoaks dan tidak benar bahwa TNI melakukan pembongkaran dan pembakaran rumah warga, apalagi mengubahnya menjadi pos TNI."
"Isu-isu lain seperti aparat TNI mengancam warga, menjadikan gereja sebagai pos TNI, menembak ternak, dan merampas hasil kebun warga juga merupakan berita bohong,” tegas Candra.
Candra menjelaskan kehadiran TNI justru bertujuan untuk melindungi masyarakat dan membantu penegakan hukum dari aksi teror yang dilakukan oleh gerombolan OPM.
“OPM selama ini kerap melakukan aksi teror, mengancam, membunuh warga sipil dan aparat keamanan, serta membakar fasilitas umum, sekolah, dan rumah warga. TNI hadir untuk menghentikan aksi-aksi tersebut,” imbuhnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.