Polemik Pagar Laut
Momen Warga Cukur Plontos Syukuran Bareskrim Polri Tahan Kades Arsin dan 3 Tersangka Lain Pagar Laut
Warga Desa Kohod bergembira usai Bareskrim Polri menahan Kades Kohod, Arsin bin Asip terkait kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Warga Desa Kohod bergembira usai Bareskrim Polri menahan Kades Kohod, Arsin bin Asip terkait kasus pagar laut di perairan Tangerang, Banten.
Selain kades, penahanan juga dilakukan terhadap tiga tersangka lainnya oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum).
Tiga tersangka lainnya yakni Sekretaris Desa Kohod Ujang Karta, serta penerima kuasa berinisial SP dan CE.
Keempat orang tersebut ditahan terkait kasus pemalsuan dokumen Sertifikat Hak Guna Bangun (SHGB) pagar laut Tangerang, Banten.
Terkait penahanan keempat tersangka, khususnya Kades Kohod, warga meluapkan kegembiraannya dengan mencukur rambut hingga plontos.
Momen mencukur rambut tersebut dilakukan warga untuk menjalankan nazar ditahan Bareskrim Polri terkait kasus pagar laut itu.
Sebagaimana diketahui Arsin pernah mengungkapkan tidak ada yang bisa memenjarakannya termasuk presiden sekalipun.
Puluhan warga dalam Aliansi Masyarakat Anti Kedzoliman (AMAK) mengantre untuk mencukur rambutnya hingga plontos.
Baca juga: Kades Kohod, 3 Tersangka Lain Langsung Ditahan Bareskrim Polri Usai Diperiksa 8 Jam, Ini Alasannya
Baca juga: Sempat Ngaku Jadi Korban, Kini Kades Kohod Tersangka Dugaan Pemalsuan di Kasus Pagar Laut, 4 Orang
Salah satu orang yang memegang mesin cukur rambut tampak mencukur rambut warga lain dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan ini, warga kompak memakai kaos putih bergambar wajah Arsin dengan mata tertutup. Kaos itu bertuliskan "Gerakan Tangkap Kades Arsin".
Setelah rambutnya dicukur plontos, warga bergembira dan bersorak-sorai. Mereka lantas mengambil pita merah putih dan langsung melilitkannya di kepala.
Suasana hangat terlukis di antara mereka, tak sedikit pula yang bergurau soal kepala plontos itu.
Ketua AMAK, Oman mengatakan, pihaknya sudah melakukan aktivitas mencukur rambut setelah Bareskrim Mabes Polri menahan Arsin.
"Kami dari semalam sudah acara cukur rambut ini karena memang itu sudah janji kami. Ketika Kepala Desa Arsin bin Asip dan Sekdes-nya Ujang Karta tertangkap atau ditahan oleh pihak yang berwajib."
"Kami warga Alar Jiban sudah niat dari awal pasti akan membotaki kepalanya atau plontos secara massal," kata Oman saat ditemui di lokasi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.