12 Suami Istri Ikut Layanan Tarif Jutaan, Digerebek Polisi Saat Beradegan di Ruang Tamu

Saat itu, 12 orang tanpa berbusana bertukar pasangan dan berhubungan intim secara bergantian di ruang tamu vila Kota Batu malang....

Editor: Duanto AS
Tribun Jatim
Ilustrasi polisi mengamankan acara tukar pasangan suami istri 

TRIBUNJAMBI.COM- Para pasangan suami isti alias pasutri harus membayar sebesar Rp 1,6 juta, atau masing-masing peserta; suami dan istri membayar Rp 800 ribu. 

Akhirnya, tarif pesta prostitusi tukar pasangan di Kota Batu Malang yang dibongkar Polda Jatim, terungkap. 

Koordinator pesta prostitusi, SM (31) berdalih mencari kepuasan batin menggelar acara itu.

SM puas melihat orang berhubungan intim beramai-ramai. 

Enam pasangan suami istri tak berbusana saat digerebek Angggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim di sebuah vila di Kota Batu.

Saat itu, 12 orang tanpa berbusana bertukar pasangan dan berhubungan intim secara bergantian di ruang tamu vila tersebut.

Pakai Aplikasi Telegram

SM menyediakan jasa layanan tersebut dari mulut ke mulut melalui jaringan pertemanan untuk kemudian dihimpun melalui aplikasi Telegram.

Para pasutri itu harus membayar sebesar Rp 1,6 juta atau masing-masing peserta; suami dan istri membayar Rp 800 ribu. 

Uang tersebut digunakan untuk menyewa vila dan menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan memperlancar aksi mereka.

Ibu di Medan Ditangkap Usai Viral, Siksa Dua Anaknya dengan Tali Pinggang
Ibu di Medan Ditangkap Usai Viral, Siksa Dua Anaknya Pakai Tali Ikat Pinggang

Belasan orang pasangan suami istri ikut layanan tersebut karena menginginkan 'hubungan' bergantian antar pasangan. 

Mereka berpesta di Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu pada Minggu (22/9/2024) dini hari.

Hingga akhirnya mereka digerebek oleh Angggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim pada pukul 01.30 WIB.

Menurut Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Suryono, peserta yang ikut dalam layanan ini berasal dari berbagai daerah di luar Malang Raya. 

"Setelah menggaet beberapa orang, buat grup Telegram. Ada Surabaya, Malang, Jember. Artinya dari beberapa tempat. Dia mengedarkan per individu. Misal dia kenal siapa, maka diajak orang itu," kata Suryono.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved