Berita Kota Jambi
Dinkes Kota Jambi Pastikan Kematian Balita Setelah Imunisasi Bukan Akibat Vaksin Polio
Dinkes Kota Jambi memastikan bahwa kematian balita setelah imunisasi pada pertengahan Agustus lalu bukan disebabkan oleh vaksin polio atau kesalahan
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi memastikan bahwa kematian balita setelah imunisasi pada pertengahan Agustus lalu bukan disebabkan oleh vaksin polio atau kesalahan prosedur.
Kematian tersebut disebabkan oleh penyakit lain yang datang secara bersamaan dengan imunisasi.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, dr. Rini, memaparkan bahwa berdasarkan investigasi yang diterima, kematian balita tersebut terjadi secara kebetulan.
"Penyebab kematian tidak terkait dengan vaksin yang diberikan oleh petugas kami," ujarnya pada Selasa (3/9/2024).
Lebih lanjut, dr. Rini menjelaskan bahwa pada saat yang sama petugas kesehatan dari puskesmas juga memberikan vaksin yang sama, dari botol yang sama, kepada empat balita lainnya.
"Tiga anak lainnya dalam keadaan sehat dan tidak mengalami masalah," ungkapnya.
Rini menambahkan bahwa pemberian vaksin dilakukan untuk anak usia 0 tahun hingga 8 tahun kurang 1 hari. Ia menyebutkan bahwa meskipun ada kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dalam pemberian vaksin polio, jumlahnya sangat sedikit, hanya 3 dari 46 ribu balita yang divaksin.
Sebelumnya, diberitakan bahwa Elysa Tindaon (31 tahun) tak menyangka bahwa bayinya, Domanita Felodya Sitompul (40 hari), harus meregang nyawa setelah menerima imunisasi. Putri ketiganya meninggal tragis dengan bibir membiru dan hidung mengeluarkan busa.
Elyda membawa bayinya ke Puskesmas Talangbakung Kota Jambi pada Kamis, 15 Agustus 2024 pagi.
Sebagai ibu rumah tangga yang berlatar pendidikan kesehatan, Elyda memahami pentingnya imunisasi bagi anak. Ia ingin anaknya menerima vaksin BCG dan Polio 1 Dasar.
Namun, Elyda sempat merasa ragu saat petugas puskesmas meminta persetujuannya untuk pemberian vaksin tambahan, yaitu PIN Polio 1.
Usai imunisasi, bayi Elyda tampak sehat dan tidak menunjukkan reaksi demam. Elyda tidak khawatir. Sekitar pukul 23.00 WIB, Elyda masih menyusui bayinya seperti biasa. Malam itu tidak ada firasat apapun.
Sekitar pukul 01.30 WIB, Elyda terbangun dan terkejut melihat bibir bayinya sudah membiru dan tubuhnya dingin.
Meskipun ia mencoba menggerakkan tubuh bayi, tidak ada respons. Elyda berteriak histeris, membangunkan seluruh rumah.
Suami Elyda, Alex Sitompul, yang bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur, segera pulang dini hari. Ia tak habis pikir bagaimana bayi mereka, yang sebelumnya ia cium pada Kamis siang, tiba-tiba meninggal tanpa gejala.
Wali Kota Jambi Usulkan Penambahan Armada Sampah, Sebut Banyak Truk Sudah Tua |
![]() |
---|
Wali Kota Maulana Tinjau Proyek Drainase untuk Cegah Banjir di Simpang Rimbo Jambi |
![]() |
---|
Wali Kota Jambi Lantik Direksi Baru BUMD PT Siginjai Sakti |
![]() |
---|
Pendapatan Sektor Parkir di Kota Jambi 2025 Menurun |
![]() |
---|
Pendapatan Pajak Hiburan di Kota Jambi Meningkat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.