Angkutan Batubara di Jambi
Jembatan Aurduri 1 Dikhawatirkan Putus Jika Tak Diperbaiki, Perekonomian Jambi Terancam Lumpuh
Insiden tongkang tabrak jembatan terus terulang, Anggota Dewan paparkan dampak terburuk jika akses jembatan aurduri terputus akibat ditabrak tongkang
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rohmayana
Aktivitas Batu Bara Lewat Jalur Sungai Diberhentikan Sementara
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Insiden tongkang tabrak jembatan terus terulang, Anggota Dewan paparkan dampak terburuk jika akses jembatan aurduri terputus akibat ditabrak tongkang.
Kini kasus kapal tongkang menabrak jembatan di Provinsi Jambi terus memanas, setelah opsi angkutan batubara dialihkan melalui jalur sungai oleh Pemerintah Provinsi Jambi.
Beberapa waktu lalu, kembali viral video jembatan aur duri I pada bagian besi pengamannya ambruk akibat ditabrak tongkang bermuatan batubara.
Kondisi tersebut tentunya sangat berdampak buruk bagi jembatan kebanggaan masyarakat jambi tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Golkar Ivan Wirata, membeberkan kemungkinan terburuk jika insiden serupa kembali terulang dan bahkan hingga mengakibatkan akses jembatan terganggu atau terputus.
“Tentunya ini harus disikapi dengan baik, jangan berlarut dan kembali terulang. Karena jika sampai jembatan itu terputus ekonomi jambi akan dipastikan lumpuh, “ tuturnya.
Lanjutnya, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya terlepas sebagai jalur penghubung saja, melainkan urat nadi perekonomian jambi yang cukup besar.
Untuk itu, Pemerintah terkait (wilyah sungai) baik itu baik, dishub dan dinas terkait lainnya harus segera membuat terobosan atau aturan terkait hal ini.
Guna mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang bahkan dikhawatirkan semakin parah dari kejadian sekarang.
“Selain itu BPJN juga harus perbaiki pander (tiang pengaman) yang hancur itu segera diperbaiki, ada 8 tiang. Dan bagi tongkang yang terlibat juga harus dikejar diberikan sanksi, “tandasnya.

Dihentikan Sementara
Mulai hari ini, Kamis (16/5/2024) pukul 06.00 WIB, angkutan batubara di Jambi jalur sungai dihentikan sementara.
Penghentian angkutan batubara ini menyusul insiden tongkang batubara yang menabrak tiang pengaman atau fender Jembatan Aurduri 1 Jambi beberapa waktu lalu.
Insiden tongkang senggol tiang jembatan di Jmabi bukan sekali terjadi, namun sudah berulang kali.
Pada Desember 2023, tongkang batubara senggol tiang penyangga Jembatan Gentala Arasy.
Di Kabupaten Batanghari juga beredar video tongkang batubara serempet intake PDAM.
Atas insiden berulang ini, Satgaswas Gakum Batubara Provinsi Jambi menghentikan sementara aktivitas angkutan batubara di jalur sungai.
Wakil Satgaswas Gakum Batubara Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan pemberitahuan ini ditujukan kepada Pengusaha Batubara, Ketua PPTB, Pemilik TUKS dan Pelaku Usaha Kapal Tongkang.
“Dengan ini diumumkan kepada semua angkutan batu bara melalui jalur Sungai Batanghari. Dengan menggunakan kapal tongkang termasuk kapal tongkang menuju TUKS di lokasi wilayah Batanghari, untuk sementara dihentikan atau dilarang beroperasi,” kata Johansyah.
Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan jembatan sembari menunggu hasil pemeriksaan terhadap kondisi fisik jembatan pascainsiden kapal tongkang tabrak fender jembatan.
“Kebijakan ini terhitung sejak Kamis (16/5/2024) pukul 06.00 WIB sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.
Sedangkan untuk angkutan kapal tongkang yang sudah terlanjur muat dan sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan talang duku diberikan kesempatan untuk tetap berjalan sampai Minggu (19/5/2024) pukul 00.00 WIB. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman/ Musawira)
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.