Angkutan Batubara di Jambi
BPJN Jambi Minta Infrastruktur Sungai Dilengkapi Pasca Insiden Tongkang Tabrak Jembatan Auduri 1
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi mendukung penghentian sementara angkutan batu bara via jalur sungai.
Penulis: A Musawira | Editor: Rohmayana
Angkutan Batu Bara Lewat Jalur Sungai Diberhentikan Sementara
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi mendukung penghentian sementara angkutan batu bara via jalur sungai.
Keputusan ini diambil menyusul insiden kapal tongkang tabrak tiang pengaman jembatan Auduri 1 hingga mengalami kerusakan.
Menanggapi langkah penghentian itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Ibnu Kurniawan mengatakan langkah ini diambil pemerintah dengan pertimbangan banyak hal.
"Selain permintaan kita untuk di setop, mungkin berdasarkan kajian dari Pemda yang menilai akan berbahaya, maka diambil kebijakan ditutup sementara mulai hari ini sampai batas waktu tidak ditentukan," kata Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Ibnu Kurniawan, Kamis (16/5/2024).
Selama disetop via jalur Sungai Batanghari, Ibnu menyarankan untuk melengkapi infrastruktur pendukung dan tata kelola dalam mendukung pelayaran.
"Infrastruktur pendukung di sungai kita belum siap ya, jadi jangan dibuka dulu menurut pendapat saya," ujarnya.
Ibnu membeberkan pengusaha tambang yang mengeruk hasil bumi itu untuk juga memperhatikan juga kondisi infrastruktur sungai.
"Kalau untuk pengusaha, berbagi dari hasil usaha itu untuk perkuatan infrastruktur yang ada guna membantu pemerintah melengkapi infrastruktur pendukung yang ada itu," harapnya.
Baca juga: Lurah Kenali Asam Temukan 4 Drainase Tersumbat Penyebab Banjir, Minta Dinas PU Lakukan Normalisasi
Baca juga: BREAKING NEWS Lansia di Kasang Jambi Jatuh Ke Jurang Sedalam 5 Meter, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Baca juga: Komoditas Nanas Tangkit Baru Jadi yang Pertama di Indonesia, Gubernur Jambi Berharap Ekonomi Meroket
Dalam rapat evaluasi angkutan batu bara jalur sungai kata Ibnu ada banyak yang disepakati dan dibahas dalam rapat itu bersama Pemprov Jambi, pengusaha tambang dan TUKS.
"Satu diantaranya perlu adanya pos penjaga. Kalau belum siap semuanya angkutan batu bara jangan operasi dulu. Dan apabila kapal tongkang menyenggol jembatan lagi mereka menyatakan siap menerima konsekuensinya," pungkasnya. (Tribunjambi.com / A Musawira )
Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News
Kapan Jalan Khusus Batubara di Jambi Rampung? Target Molor sejak 2022 |
![]() |
---|
Polda Jambi Amankan 34 Truk Angkutan Batu Bara Karena Melanggar |
![]() |
---|
Soal Angkutan Batubara, Dirlantas Polda Jambi: Ini Bukan Tanggung Jawab Polisi Saja |
![]() |
---|
Sungai Batanghari Dipakai Angkutan Batubara, Pemkab Imbau Pembudidaya Ikan Beralih ke Bioflok |
![]() |
---|
Skema Angkutan Batu Bara di Jambi, Jalur Darat Sarolangun-Batanghari, Lanjut Jalur Sungai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.