DC Jambi Diduga Rampas Mobil Konsumen
Mobil Jazz Pemuda di Jambi Diduga Dirampas DC di Parkiran WTC, Ini Kata Polda Jambi
mobil Honda Jazz B 1982 NKD warna hitam yang dikendarai David Khan diduga diambil paksa sejumlah orang diduga debt collector, Selasa (30/4/2024) malam
Penulis: Rifani Halim | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - David Khan (28), warga Kota Jambi melapor ke Polda Jambi terkait mobil Honda Jazz B 1982 NKD warna hitam yang dikendarainya diambil paksa sejumlah orang diduga debt collector, Selasa (30/4/2024) malam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore sekira pukul 15.30 WIB di parkiran Mall WTC di kawasan Pasar Kota Jambi.
Adapun laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Penerima Laporan, dengan Nomor: LP/B/116/IV/2024/SPKT/POLDA JAMBI, ditandatangai oleh Kompol M Jalaludin tertanggal 30 April 2024.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jambi Kompol Muhammad Amin Nasution mengatakan, saat ini laporan yang dilayangkan tersebut belum naik ke atas (Ditreskrimum) Polda Jambi.
"Iya, laporannya belum ada naik ke meja pak Dirreskrimum. Mungkin masih di SPKT," kata Amin, Rabu (1/5/2024).
Dia berkata, laporan yang dilayangkan itu kemungkinan besok baru naik ke atas (Ditreskrimum, Red).
"Mungkin besok naik. Kemungkinan harusnya hari ini naik keatas, jadi karena hari ini libur mungkin besok," katanya.
Baca juga: Nasib Aiptu FN, Polisi yang Lakukan Penembakan dan Penusukan pada Debt Collector di Palembang
Baca juga: Kronologi Aiptu FN Tembak dan Tusuk 2 Debt Collector di Palembang, Versi Istri Polisi vs DC
Sementara itu, M Azari selaku orang tua korban menjelaskan, saat kejadian mobil Honda Jazz nopol B 1982 NKD warna hitam sedang dibawa anaknya yang bernama David Khan.
Persitiwa tersebut bermula saat anaknya yang akan pulang dari Mall WTC.
Saat akan memasuki mobil, didatangi sejumlah orang yang diduga debt collector.
Salah seorang dari yang diduga debt collector tersebut lantas merampas kunci mobil.
“Secara paksa kunci mobil dirampas, sudah itu dua orang dari pelaku itu langsung masuk ke mobil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Azari mengatakan anaknya juga mengaku diancam oleh pelaku yang tidak memperkenalkan diri tersebut.
“Kalau menurut anak saya, mereka (pelaku, red) tidak mengenalkan diri, dari mana, tidak ada surat perintah, tidak ada juga surat dari internal, itu tidak ada sama sekali,” ungkap Azari.
Ditambahkan Azari, pada saat kejadian ia yang sedang berada di rumah sempat ditelepon oleh anaknya.
Nasib Aiptu FN, Polisi yang Lakukan Penembakan dan Penusukan pada Debt Collector di Palembang |
![]() |
---|
Kronologi Aiptu FN Tembak dan Tusuk 2 Debt Collector di Palembang, Versi Istri Polisi vs DC |
![]() |
---|
Polisi Tembak dan Tusuk Debt Collector di Palembang, Istri Aiptu FN Laporkan Perampasan |
![]() |
---|
Gegara Cicilan Mobil, Seorang Oknum Polisi di Palembang Tembak dan Aniaya Debt collector |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.