Pelajar SMP di Lahat Dianiaya Pemuda Hingga Pingsan, Pelaku Tersinggung Merasa Dipelototi
Seorang pelajar SMP di Lahat pingsan di jalan setelah dianiaya seorang pemuda yang merasa dipelototi.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pelajar SMP di Lahat pingsan di jalan setelah dianiaya seorang pemuda yang merasa dipelototi.
Pelajar tersebut yakni AB (14) yang tercatat sebagai siswa SMP Negeri 6 Lahat, sedangkan pelakunya Dedi Irawansyah alias Dedong (30) warga Kabupaten Lahat.
Kapolres Lahat, AKBP God Parlasro S Sinaga SH SIK MH melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono SH menerangkan kejadian yang menimpa korban bermula saat pelajar itu sedang nongkrong di pangkalan ojek di Kawasan Sri nanti, Kelurahan RD PJKA Lahat, Jumat (23/3/2024).
Tak jauh dari sana, pelaku sedang makan.
Menurut keterangan pelaku, korban tampak menatap (Melototi) pelaku.
"Pelaku ini kemudian merasa tersinggung dengan korban. Pelaku kemudian menendang dua kali di bagian kepala korban sehingga menyebabkan korban pingsan atau tidak sadarkan diri," sampainya, Minggu (10/3/2024).
Baca juga: Jembatan Putus saat Kemah 85 Siswa SD di Kulon Progo Terjebak di Hutan
Baca juga: Sembako di Pasar Sarolangun Mulai Naik Drastis Jelang Ramadan, PJ Ingatkan Pedagang Tak Main Harga
Korban mengalami luka pada bagian kepala, mata lebam sebelah kiri.
Melihat kondisi yang dialami korban, pelaku kemudian panik dan membawa korban ke RSUD Lahat.
Tak hanya menganiyaya korban, pelaku juga mengancan teman korban yang saat kejadian berada di lokasi agar tidak mengungkap kejadian tersebut.
Sementara, untuk menutupi kejahatannya, pasca membawa korban ke rumah sakit, pelaku mengarang cerita seolah olah korban merupakan korban kecelakaan.
Setelah mendapat keterangan korban dan saksi, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut.
Hingga pada Kamis (7/3/2024) sekira pukul 13.30 WIB, Kanit Reskrim Polsekta Lahat IPDA Zulkarnaen, S.H. bersama Anggota Unit Reskrim Polsekta mendapat informasi keberadaan pelaku di Gang Cempaka Kelurahan, Talang Jawa Utara, Lahat dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.
"Pelaku berhasil kita amankan tanpa perlawan. Pelaku bersembunyi, " sampainya.
Terpisah, Kepala SMPN 6 Lahat Rahmi Parianti SPd mengakui terkejut akan pemberitaan yang beredar bahwa salah satu siswanya alami penganiayaan.
Sebab, saat hari kejadian Jumat (23/2/2024) lalu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa AB merupakan korban kecelakaan lalu lintas.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.