Gempa Hari Ini
Mengenal Istilah MMI dalam Gempa Bumi, Ada 12 Kategori Getaran
Berikut penjelasan dari istilah Modified Mercalli Intensity atau Skala MMI dalam gempa bumi yang ciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
MMI atau Skala Mercalli merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut penjelasan dari istilah Modified Mercalli Intensity atau Skala MMI dalam gempa bumi.
Istilah tersebut akan muncul jika terjadi gempa mengguncang bumi.
Seperti gempa hari ini yang mengguncang Kaimana, Papua Barat bermagnitudo 5.4.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa tersebut dirasakan (MMI) IV Kaimana.
Lalu apa sebenarnya MMI dan bagaimana kategori gempa bumi?
Berikut Tribunjambi.com uraikan skala MMI yang dilansir dari BMKG.
MMI atau Skala Mercalli merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.
Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.
Baca juga: Gempa Guncang Barat China Bermagnitudo 7.1, Terasa Hingga Kazakhtan dan Kirgiztan, Ini Datanya
Baca juga: KSAD Respon Pernyataan Mahfud MD Soal Aparat Bekingi Tambang Ilegal, Singgung Soal Perizinan
Baca juga: Firli Ajukan Lagi Praperadilan Status Tersangka Dugaan Pemerasan ke PN Jaksel, Sempat Ditolak Hakim
Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.
Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.
Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.
I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Baca juga: Update Gempa di Papua Barat 5.4 Magnitudo, Berpusat di Laut, MMI IV Kaimana
IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: DPP PAN Rekomenasikan Al Haris Sebagai Bakal Calon Gubernur Jambi 2024-2029
Baca juga: Ammar Zoni Nangis Peluk Jenazah Ayahnya Sebelum Dimakamkan, Nyesal Pakai Narkoba Lagi
Baca juga: Ketua DPRD Sarolangun Desak Bachril Bakri Segera Isi Kekosongan Jabatan Eselon II dan III
Baca juga: Tanggapan Inspektorat Tanjabbar Terkait Hasil Pemeriksaan ke Desa Bukit Bakar Tak Kunjung Keluar
Gempa Bekasi Bermagnitudo 4,7 Dipicu Sesar Naik Busur Belakang, 26 Rumah Dilaporkan Rusak |
![]() |
---|
57 Kali Gempa Susulan Guncang Poso: Korban Luka Bertambah, 1 Warga Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Update Gempa Poso: Korban Luka Mencapai 41 Orang, Dua Kondisi Kritis |
![]() |
---|
Peringatan HUT RI ke-80 Diwarnai Gempa 6,0 SR di Poso, Puluhan Warga Luka-Luka |
![]() |
---|
Gempa Guncang Sarmi Papua: Bermagnitudo 6.4, 4 dari 10 Distrik Terdampak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.