Pengamat Politik Jambi Menilai ODGJ dan SAD Tak Perlu Diberi Hak Pilih saat Pemilu

Pengamat Politik Universitas Jambi, Navarin Karim menilai seharusnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak diberikan hak pilih dalam Pemilu.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
zoom-inlihat foto Pengamat Politik Jambi Menilai ODGJ dan SAD Tak Perlu Diberi Hak Pilih saat Pemilu
istimewa
Pengamat Politik Universitas Jambi, Navarin Karim menilai seharusnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak diberikan hak pilih dalam Pemilu.

"Aturan harus dirubah sesuai dengan dinamika kemajuan masyarakat kita," ujarnya.

"Pemilu harus berkualitas, jadi kita bisa mendapatkan pemimpin yang berkualitas, selagi pemilih tidak berkualitas, kita tidak akan dapatkan itu pemimpin yang berkualitas," pungkasnya.

Baca juga: 2.628 Penyandang Disabilitas Mental di Jambi akan Mencoblos di Pemilu 2024

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Disdukcapil Batanghari Dapatkan Tambahan 3.000 Blangko e-KTP

Baca juga: Ribuan Warga Jambi Ajukan Pindah Milih pada Pemilu 2024

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved