Advertorial

Dosen UBR dan UNJA Lakukan Penelitian di Suku Anak Dalam Desa Nyogan, Muaro Jambi

Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/HO
PENELITIAN - Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi 

Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian “Modifikasi Model-Ratu Berbasis Kearifan Lokal serta Efektifitasnya dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita Usia Subur Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi”. 

Penelitian yang didanai oleh Hibah Kemendiktisaintek Tahun 2025 itu diketuai oleh Dr. Ns. Ratu Kusuma, S.Kep., M.Biomed dengan anggota 1) Tina Yuli Fatmawati, SKM., M.Kes; 2) Dr. Asparian, SKM., M.Kes; dan 3) Bdn. Suci Rahmani Nurita, SST., M.Keb serta dibantu oleh mahasiswa Prodi S1 Keperawatan UBR.

Ketua penelitian, Doktor Ratu menjelaskan bahwa penelitian Mixed Methods ini terdiri dari 2 tahap. Penelitian Tahap-1 dilakukan pada 16 dan 19 Juni 2025 melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap 8 WUS dan 2 dukun beranak (Nyai). Hasil penelitiah Tahap-1 menunjukkan bahwa WUS SAD Nyogan cenderung menikah dini (usia 12-13 tahun), pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan ditolong oleh dukun, ibu-ibu tidak mengetahui berat badan bayi saat dilahirkan, neonatus tidak diimunisasi, bayi telah diberi makanan tambahan pada usia 1 bulan, WUS telah menggunakan kontrasepsi namun hanya KB suntik, kolostrum dibuang dan 1 orang mengalami endometriosis. Keluhan lain seperti keputihan abnormal, dismenore, dan menggunakan obat tradisional dalam mengatasi keluhan reproduksi, namun sebagian kecil lainnya berobat ke bidan desa, dan jika parah barulah rumah sakit.  

Penelitian Tahap-2 dimulai pada 26 Juni 2025, diawali dengan uji instrument, edukasi, hingga posttes. Edukasi yang diberikan sebanyak 7 kali pertemuan. Selain WUS, edukasi juga diikuti oleh 2 orang Nyai yang telah puluhan tahun melakukan pertolongan persalinan di SAD Nyogan. Salah satu Nyai telah bermitra dengan bidan desa, dan kepada mereka diberikan bantuan alat kesehatan yaitu gunting tali pusat, betadin, alkohol, umbilical cord klem, handscoon dan kassa steril). Sebelumnya tim peneliti telah mendemonstrasikan cara menggunakan alat tersebut dan Nyai diminta untuk re-demonstrasi.  

Doktor Ratu menambahkan, bahwa kegiatan lainnya adalah pemeriksaan kadar Hb, penimbangan berat badan, tinggi badan, LiLA, dan pemberian sungkai (Teh Celup KaiKai) yang merupakan inovasi  Ibu Apt. Uce Lestari, S.Farm, M.Farm (Dosen Farmasi FKIK UNJA) tahun 2024, yang telah dipasarkan melalui UMKM Nurchery Kota Jambi. Teh KaiKai diberikan kepada WUS yang sedang atau dalam 7 hari terakhir mengalami keluhan reproduksi seperti keputihan, gangguan menstruasi, gangguan menyusui, nyeri abdomen atau keluhan reproduksi lainnya. 

PENELITIAN - Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi
PENELITIAN - Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi (Tribunjambi.com/HO)

 

PENELITIAN - Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi
PENELITIAN - Dosen Universitas Baiturrahim Jambi (UBR) dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam tim penelitian di komunitas Suku Anak Dalam di Desa Nyogan, Muaro Jambi (Tribunjambi.com/HO)

Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh kepala Dusun Nyogan, bapak Deky Candra yang mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selanjutnya, Doktor Ratu menambahkan bahwa peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti edukasi sampai selesai, serta terbuka dalam menyampaikan berbagai informasi tentang kesehatan reproduksi yang mereka alami. 

Secara nyata terlihat bahwa edukasi yang diberikan berdampak terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap WUS, serta konsumsi teh celup KaiKai selama 10 hari terbukti dapat mengurangi keluhan reproduksi yang dirasakan. Selain itu, kedepannya WUS bersedia melakukan pemeriksaan kehamilan ke bidan desa,  memberikan kolostrum, berobat ke bidan desa, dan jika memungkinkan melahirkan ke bidan desa. 

Doktor Ratu menekankan kembali bahwa “masalah kesehatan reproduksi yang dialami WUS SAD Nyogan harus mendapat perhatian Dinkes Provinsi Jambi dan Dinkes Muaro Jambi. Hal tersebut penting untuk mencapai Tujuan MDGs Tahun 2030, khususnya penurunan AKI dan AKB di Provinsi Jambi serta mendukung Misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran” Pungkasnya. (adv).


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Blunder Ahmad Sahroni, Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Imbas Ucapan Orang Tolol Sedunia

Baca juga: Satresnarkoba Polresta Jambi Tangkap WN, Amankan 7 Paket Sabu dari Kotak Rokok hingga Lipatan Baju

Baca juga: Pemeriksaan 7 Polisi yang Terkait Mobil Lapis Baja Lindas Driver Ojol, Disiarkan secara Langsung

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved