Advertorial
Tim Prodi Kesmas UNJA Berikan Penyuluhan Rokok Elektrik di Desa Pudak Muaro Jambi
FKIK Universitas Jambi mengadakan penyuluhan tentang bahaya rokok elektrik di Desa Pudak, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari
Penulis: tribunjambi | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Rokok elektrik kini banyak digunakan namun menjadi masalah baru bagi remaja, banyak persepsi yang berbeda tentang rokok elektrik.
Masyarakat berpendapat bahwa rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau, padahal merupakan sebuah bahaya baru yang mengancam bagi kesehatan masyarakat.
Pemakaian rokok elektrik tidak hanya di daerah perkotaan tetapi sudah sampai ke desa, karena promosi rokok elektrik menggunkan media di gital memudahkan akses informasi maupun pembelian secara online.
Guna mencegah hal tersebut, Tim pengabdian kepada masyarakat program studi kesehatan Masyarakat (Kesmas) FKIK Universitas Jambi mengadakan penyuluhan tentang bahaya rokok elektrik di Desa Pudak, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang hari.
Kegiatan yang digelar di Balai desa Pudak ini diikuti oleh 20 kader dari Empat Posyandu yang ada di desa Pudak , Kepala desa dan perangkat desa, Selasa (12/8/2025)
Penyuluhan ini dipimpin oleh M. Ridwan.SKM.MPH dengan anggota Usi lanita SKM.MPH. Sri Astuti Siregar, S.ST., M.Kes, David Kusmawan, drh., M.K.K. serta beberpa mahasiswa.
Baca juga: Wisata Air Terjun Telago Jando di Bungo Jambi, Hanya 60 Km dari Pusat Kota
Baca juga: Duka Mendalam Sang Kakek, Cucunya Dibanting Pria Mabuk di Kalsel: Kami Kehilangan
“Tim memberikan pembekalan bagi kader posyandu desa Pudak untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya Rokok elektrik”, Ujar M. Ridwan.SKM.MPH
Kegiatan ini memberikan kemampuan kader posyandu di wilayah kerja Pudak tentang bahaya rokok elektrik dan membuat media edukasi melalui media Canva sehingga memudahkan kader memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ridwan menambahkan, Dari hasil kegiatan penyuluhan ini, kader posyandu mendapatkan materi tentang rokok elektrik sekaligus keterampilan membuat media sehingga bisa dikirimkan di group Whatshap di wilayah kerja posyandu.
“Kader sebagai penggerak kesehatan di pedesaan sangat efektif memberikan edukasi kepada warga baik secara lisan maupun dengan media sehingga bisa terjangkau dengan banyak orang di wilyah kerjanya”,katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan Tinggi dengan harapan dapat mencegah penggunaan rokok elektrik yang berbahaya bagi kesehatan.
Kepala desa Pudak Aminto memberiakan apresiasi terhadap kegiatan Tim doesen Prodi Kesehatan masyarakat universitas Jambi, harapannya kegiatan ini terus berkelanjutan sehingga berdampak kepada kader posyandu.
Kunjungi www.unja.ac.id untuk melihat berita lainnya. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23092025-unja.jpg)