WAWANCARA EKSKLUSIF

Syarif Fasha: Saya Kejar Prestasi Kelas 2 SD, Masa Kecil Wali Kota Jambi 2013-2018 dan 2018-2023

Pascamenjabat, Syarif Fasha menyempatkan diri berkunjung ke kantor Tribun Jambi. Di sana, dia memaparkan bagaimana masa kecilnya, sekolah, kuliah

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Duanto AS

Istri saya tidak setuju, tapi saya tetap jalan. Di satu sisi, saya tidak pernah membawa istri saya kampanye, karena saya tidak ingin masyarakat melihat figur istri, saya ingin masyarakat melihat figur saya.

Saat penghitungan pemilihan, sampai sore hari perolehan suara saya belum menjadi yang utama. Nah, waktu malam hari barulah perolehan suara saya banyak dan menjadi yang pertama.

Ketika terpilih apa yang terbayangkan?

Saya tidak terbayang akan menang, karena menang itu urusan Tuhan. Saya waktu itu hanya berpikir calon wali kota. Karena menjadi calon wali kota adalah warga terbaik yang ada di Jambi.

Jadi ketika saya diumumkan menang, saya bingung. Selama tiga bulan, saya sempat bengong, baca buku dan meminta masukan kepada teman, termasuk Arifin Manaf.

Setelah saya dilantik saya berpikir secara entrepreneur. Saya ingin Jambi bisa bangkit dan berlari.

Kalau saya ganti pejabat yang tidak mendukung saya, maka mereka membutuhkan waktu satu tahun untuk belajar lagi. Kalau kita pakai pejabat lama, secara psikologis mereka akan mendukung saya 200 persen dan itu yang terjadi.

Sehingga satu tahun pertama yang dilakukan adalah akselerasi, Di satu sisi, dengan dana yang minim ini pembagunan bisa meningkat.

Pada saat apel pertama, saya sampaikan jika ada datang tim sukses saya keluarga termasuk istri saya yang mengatur-ngatur, anda abaikan, kecuali yang keluar dari mulut saya.

Saya katakan kepada OPD, saya tidak akan menukar anda maka bekerjalah dengan tenang, tapi ikuti ritme saya

Yang pertama saya lakukan saya membedah APBD. Kemudian saya mulai melakukan efesiensi.

Contoh, waktu itu kepala dinas kesehatan masih membangun puskesmas, sehingga tidak fokus memberi pelayanan kesehatan. Begitu juga di dinas pendidikan. Untuk itu, semua pembagunan dialihkan ke PU (dinas pekerjaan umum). Kemudian saya juga memangkas perjalanan dinas.

Selanjutnya, saya mengunakan jaringan saya di tingkat nasional untuk mencari bantuan pembiayaan. Di 2014 saya juga menggarap dana bantuan internasional. Sehingga banyak yang kami dapatkan.

Sampai saat ini, dana internasional yang membantu Jambi telah lebih dari Rp1 triliun. (m yon rinaldi)

Baca juga: Tolak Stockpile Batubara, Warga Sudah Surati Gubernur Jambi dan Ancam Bawa Massa Lebih Besar

Baca juga: Viral Pengantin Wanita Kesurupan Tiba-tiba Menari Menuju Pelaminan, Bikin Merinding Warga

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved