WAWANCARA EKSKLUSIF

Syarif Fasha: Saya Kejar Prestasi Kelas 2 SD, Masa Kecil Wali Kota Jambi 2013-2018 dan 2018-2023

Pascamenjabat, Syarif Fasha menyempatkan diri berkunjung ke kantor Tribun Jambi. Di sana, dia memaparkan bagaimana masa kecilnya, sekolah, kuliah

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Duanto AS

Nah, bagaimana cerita di IPDN?

Pertama kali saya berkuliah itu tahun 2014. Saat itu ada Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Gubernur Jambi, Al Haris

Waktu itu kami kuliah di hari Sabtu dan Minggu, sekitar empat tahun.

Nah, sekarang kita masuk ke karier ni. Cerita dong perjalanan kariernya?

Nah, di tahun 2010, saya bisa dikatakan pengusaha untuk ukuran Jambi sudah cukup besar. Jadi saya sudah mapan di ekonomi. Kemudian saya mencoba terjun ke terjun ke dunia politik.

Saya sempat berdiskusi dengan istri, mengenai partai mana tempat saya berlabuh. Istrilah yang memberikan gambaran partai mana yang cocok dengan saya.

Awalnya, saya belum menjadi pengurus partai, tapi menjadi ketua organisasi sayap. Organisasi yang saya pimpin banyak melakukan kegiatan sosial.

Di tahun 2012, saya diberitahu teman mengenai hasil survei untuk wali kota. Ternyata saya masuk tiga besar.

Saya pun heran, kok bisa seperti itu. Waktu itu saya belum tertarik untuk menjadi wali kota, namun saya masih tetap melakukan kegiatan sosial

Setelah tiga bulan, ada teman yang mengusulkan untuk melakukan survei. Jadi, kita bayar lembaga survei untuk melakukan survei.

Ternyata hasilnya saya nomor dua, tetapi bertautan sedikit dengan nomor satu, hanya satu persen. Nah, saya memutuskan maju satu tahun sebelum pemilihan, karena survei saya tinggi dan teman-teman saya juga mendukung.

Menjelang itu, saya terus melakukan kegiatan sosial, khususnya perbaikan infrastruktur. Di satu sisi, alat saya banyak dan saya bisa mengoperasikan semua alat tersebut. Dan saya waktu itu mengincar jalan yang tidak tersentuh PU (dinas pekerjaan umum).

Setelah survei lagi, ternyata saya nomor satu. Tapi saya belum dapat wakil saat itu. Saya dapat wakil itu sekitar tiga bulan sebelum pemilu.

Calon wakil saya saat itu sempat menolak karena tidak PD (percaya diri). Tapi saya yakinkan sehingga kami jalan. Lawan saya cukup berat saat itu.

Apa tanggapan istri sewaktu Bang Fasha memutuskan maju menjadi Wali Kota Jambi ?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved