Demo di Jambi Ricuh

Petugas Kebersihan Kena Dampak Demo, Sampah Berserakan Tapi Tak Dapat Uang Makan dan Bensin

Aksi unjuk rasa di Jambi meninggalkan sampah berserakan serta aroma hangus yang masih tercium di sekitaran kantor DPRD Provinsi Jambi

|
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
SAMPAH - Sampah berserakan di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, pasca demo yang berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu dini hari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pascaaksi demo di Jambi yang berlangsung di gedung DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu dini hari, sampah berserakan.

Aksi unjuk rasa ini meninggalkan sampah berserakan serta aroma hangus yang masih tercium di sekitaran kantor DPRD Provinsi Jambi dan kantor Gubernur Jambi pada Sabtu (30/8/2025) pagi.

Dari pantauan Tribunjambi.com, sampah yang berserakan berupa botol air kemasan, spanduk yang dibakar, dan sisa-sisa logistik aksi lainnya.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Rts Ranismawati (38), mengungkapkan keluhannya terkait kondisi pasca - demonstrasi tersebut. 

Ia menyatakan jumlah sampah kali ini memang banyak tapi dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan rutin seperti acara ulang tahun, konser, maupun peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jambi lebih besar.

"Lebih banyak kalau acara, ulang tahun, konser, atau HUT Jambi. Demo ini banyak tapi tidak sebanyak acara-acara besar Jambi. Ya ngeluh pasti, capek," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Ranismawati, petugas kebersihan lapangan dari DLH yang bertugas di jalan utama tidak mendapatkan fasilitas tambahan.

Seperti uang makan maupun bensin saat ditugaskan membersihkan sisa-sisa sampah dari kegiatan berskala besar, termasuk demonstrasi.

Baca juga: Aksi Penjarahan pada Demo Ricuh di Jambi, Besi Pagar hingga Kursi Diangkut

Baca juga: Rayap Besi Berkaki Dua Beraksi saat Demo di Provinsi Jambi Viral: Cair

"Kami kan dari DLH, tidak ada dikasih uang makan bensin kalau setiap acara, ataupun demo. Karena menurut saya, lebih banyak sampah," tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa meski ada petugas kebersihan yang bertugas di halaman kantor gubernur, mereka yang dari DLH bertugas membersihkan jalan tetap berat karena banyaknya sampah yang berserakan hingga ke jalan-jalan utama. 

Ranismawati sendiri dijadwalkan bertugas pada sore hari, namun karena adanya potensi kericuhan saat demonstrasi, ia memutuskan untuk datang pagi harinya sekira pukul 05.30 WIB.

"Saya setuju mereka melakukan aksi, tapi kalau seperti ini saya juga takut,” ujarnya dengan nada khawatir. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

*) Berita ini telah mengalami penyuntingan di judul oleh redaksi. 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Aksi Penjarahan pada Demo Ricuh di Jambi, Besi Pagar hingga Kursi Diangkut

Baca juga: Honorer Butuh 28 Tahun Agar Bergaji Setara Tunjangan DPR: Itu Pun Kalau Gajinya Rutin

Baca juga: Deretan Kerusakan di Telanaipura Selain Gedung DPRD Jambi, Taman Anggrek hingga Kejaksaan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved