Puncak Musim Kemarau di Wilayah Jambi, Diprediksi Tak Ada Hujan di Awal September
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi, hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi memasuki puncak musim kemarau
Penulis: A Musawira | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi, hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi memasuki puncak musim kemarau pada September 2023 ini.
Prakiraan musim kemarau ini menyusul pertumbuhan awan hujan yang memicu hujan konsentrasinya kurang dari 50 persen.
Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistiyo menyampaikan awal September, Provinsi Jambi sudah puncak musim kemarau.
“Khusus awal September 2023 hingga sepekan ke depan terlihat bahwa pertumbuhan awan hujan konsentrasinya kurang dari 50 persen,” katanya pada Sabtu (2/9).
Dengan kondisi ini, Ibnu mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada untuk sebab kondisi udara akan kurang karena pertumbuhan awan hujan hampir kurang dari 50 persen.
Baca juga: Agus Tewas di Lapas Kelas IIA Jambi Dalam Kondisi Penuh Luka, Dikeroyok 20 Tahanan
“Kita sudah memprediksi puncak musim kemarau terjadi Agustus dan September. Waspada dan mulai menghemat kondisi air. Kemudian juga waspadai timbulnya titik panas yang barang kali bisa semakin bertambah di puncak musim kemarau,” ujarnya.
Sejauh ini, seiring dengan musim kemarau suhu panas tercatat mencapai 33 derajat celcius.
“Pada September ini khusus di dasarian I ada beberapa wilayah yang harus diwaspadai karena kondisi curah hujan kurang dari 20 MM per dasarian. Sebagian besar terdapat di Muaro Jambi, Sarolangun, sebagian di Batanghari bagian selatan, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur khusus di dasarian I September ini,” pungkasnya.
BMKG Jambi juga mencatat sebanyak 397 titik panas/hotspot terpantau di wilayah Provinsi Jambi sepanjang Agustus 2023.
Baca juga: Menpan RB Apresiasi Mata Lokal Memilih Talkshow Series, Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali ke Depan
Di antara ratusan titik panas tersebut yang masuk kategori sedang ada 394 titik panas sedangkan kategori tinggi yang memicu terjadi api ada tiga titik panas.
Pada dasarian I Agustus tercatat ada 176 titik panas, dasarian II ada 100 titik panas dan dasarian ke III hingga 31 Agustus tercatat ada 121 titik panas di Jambi.
“Untuk titik panas ini ada peningkatan. Kita lihat, Juli ke Agustus mengalami dua kali peningkatan atau pun dengan jumlah 100-an titik panas menjadi 300 titik panas sehingga bisa terlihat di Agustus ini sudah mulai memasuki puncak musim kemarau,” katanya.
Ibnu membeberkan titik panas ini terbanyak ditemukan di Tanjung Jabung Barat, Merangin dan Sarolangun.
“Sedikitnya ada 5 titik panas yang mempunyai konfidensial lebih dari 80 persen atau mendekati titik api, itu di Merangin, Sarolangun dan Tebo,” pungkasnya.
Baca juga: Angkutan Batubara di Batanghari Tetap Beroperasi Meski Telah Dihentikan Polda Jambi
Rekomendasi BMKG untuk menciptakan hujan buatan di Provinsi Jambi dimulai dasarian II September.
Ketika Si Hitam Kembali ke Rumah, Kisah Haru Pelepasliaran Beruang Madu di Hutan Harapan Jambi |
![]() |
---|
Properti DPRD Provinsi Jambi Diamankan, Kerusakan Terlihat Pasca Demo Ricuh |
![]() |
---|
Bupati Batang Hari Jambi Terima Penghargaan Pemimpin Daerah 2025 untuk UMKM dan Pariwisata |
![]() |
---|
Gedung DPRD Jambi Dirusak Saat Demo, Warga Datang Lihat Kondisi Pasca Kerusuhan |
![]() |
---|
Laka Maut di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi: Bocah Kelas 2 MI Meninggal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.