RSUD Tolak Pasien
Pasien Ditolak RSUD Raden Mattaher Jambi, Kronologi Versi keluarga Pasien vs Versi Rumah sakit
Belakangan pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi jadi perbincangan. Pasalnya, rumah sakit rujukan di Provinsi Jambi ini disebut menolak pasien tanpa
Selain menjadwalkan hari Rabu untuk berobat lanjutan, pihak RSUD juga meminta pasien untuk mengurus surat SKTM yang baru untuk persiapan biaya pengobatan selanjutnya.
"Dengan keadaan pasien yang seperti itu malah disuruh pulang dan disuruh datang di hari Rabu mendatang, belum hari Rabu pasien sudah meninggal mas," tuturnya.
"Hanya hitungan 12 jam, sepulang dari RSUD malam itu pasien (Mertua) menghembuskan napas terakhirnya," sambungnya.
Pihaknya juga menyayangkan pernyataan pihak RSUD Raden Mattaher yang menyebut mertuanya dalam kondisi membaik saat malam itu.
Baca juga: Nathalie Holscher Tahan Sakit Saat Hapus Tato Dekat Bagian Dada: Dilaser Tujuh Kali
Baca juga: Bersama APH dan Pemkab, Pertamina Cek Langsung Pangkalan Pastikan Pasokan LPG di Muaro Jambi Aman
Secara kasat mata pasien sudah terlihat lemas dan tidak bisa makan namun tetap disuruh pulang bukan dirawat.
"Bagaimana dikatakan membaik, saat itu pasien ketika ingin menelan makanan di tenggorokan terasa ada yang menahan," tuturnya.
Namun memang pertimbangan tidak ada biaya jaminan perawatan, akhirnya malam itu pasien terpaksa dibawa pulang kembali ke Paal Merah tempat satu anaknya.
Ketika melihat keluarga ditanya sudah ikhlas atau belum, secara keluarga sudah mengikhlaskan namun secara manajemen rumah sakit, dengan kondisi pasien yang membutuhkan perawatan malah disuruh pulang dan ditolak itu yang masih belum bisa pihak keluarga terima.
"Seandainya almarhum meninggal dalam perawatan di RSUD saya benar benar ikhlas, namun malah disuruh pulang, dengan alasan IGD di bilang penuh. Setidaknya adalah solusi lain yang ditawarkan atau diarahkan ke RS mana atau solusi lain selain pulang," bebernya.
Sampai dengan sekarang, pihak RSUD tidak pernah datang ataupun menghubungi pihak keluarga pasca kejadian tersebut.
"Kita pihak keluarga tidak ada menuntut apa apa ke RSUD, hanya saja kita meminta manajemen di IGD RSUD ini diperbaiki lagi, sehingga kedepan hal seperti ini tidak kembali terulang dan ada perbaikan terutama petugas jaga," ujarnya.
"Cukup satu nyawa yang melayang gara gara kelalaian petugas. Kita tidak menuntut macam macam perbaiki lagi manajemennya," pungkasnya.
Versi RSUD Raden Mattaher
Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, Dr. Anton Trihartanto, SpB., FINACS mengatakan pasien yang dimaksud datang ke RSUD Raden Mattaher langsung di operasi.
Setelah operasi pasien dirawat di ICU dan setelah stabil dirawat di ruangan bedah, pasien dirawat kurang lebih selama 10 hari dan diperbolehkan pulang berobat jalan untuk menjalani pengobatan dan pemantauan usus yang di ileostomi.
Sosok Sandy Sanjaya, Ayah Kandung Michelle Ashley yang Laporkan Suami Pinkan Mambo |
![]() |
---|
Terlilit Hutang Pasutri Bikin Skenario Perampokan Minimarket di Bekasi |
![]() |
---|
PTPN VI Serahkan 150 Sak Semen untuk Pondok Pesantren di Desa Monti Sarolangun |
![]() |
---|
Korban di Rimbo Bujang Buka Suara, Mobil Samsiah Dikuasai Aipda AW Sejak 2021 |
![]() |
---|
Nathalie Holscher Tahan Sakit Saat Hapus Tato Dekat Bagian Dada: Dilaser Tujuh Kali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.