Profil dan Biodata Tokoh

Sosok Savic Ali, Aktivis 98 yang Kritik Budiman Sudjamiko Temui Prabowo: Perumus 9 Nilai Gus Dur

Inilah Sosok Syafiq Alielha atau Savic Ali, Aktivis 98 yang mengkritik Budiman Sudjatmiko lantaran temui Prabowo Subianto

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Ig Savic Ali/ Kompas Tv /Kolase Tribun Jambi
Inilah Sosok Syafiq Alielha atau kadang disebut Syafi' saja alias Savic Ali, Aktivis 98 yang mengkritik Budiman Sudjatmiko lantaran menemui Prabowo Subianto. 

Pertama-tama, Savic Ali ngaji di Raudlatut Thalibin, Pakis, Tayu, Pati; kemudian ke Pesantren Mambaul Ulum, Pakis, Tayu, Pati yang diasuh KH. Aniq Muhammadun.

Kemudian ke PP Mathaliul Falah, Kajen, Pati, asuhan KH. MA Sahal Mahfudz, sambil sekolah MTs dan MA.

Savic Ali ketika masa-masa ngaji ini, sejak kecil sudah mengamalkan wirid yang diperoleh dari kitab ayahnya, ditemukan di sela-sela membuka kitab sang ayah.

Saat itu, Savic Ali berdisiplin wirid "wa idza bathostum- bathostum jabbarin".

Savic Ali juga senang dengan wirid-wirid untuk jenis pukulan agar jadi kuat, dan teman-temannya pun diajak, yang wiridnya harus diwiridkan setelah sholat Jumat.

Akan tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Tidak puas dengan beberapa wirid itu, Syafi pada masa-masa ngaji, kemudian sering melakukan riyadhah puasa, karena penasaran dengan dampak dari riyadhah jenis puasa ini.

Misalnya, Savic Ali pernah melakoni sejenis Puasa Ngerowot selama 40 hari, dan sampai 3 kali ambalan. Maksudnya untuk puasa padang ati dan mendapat ilmu ladunni (min ladunna ilma).

Baca juga: Aktivis 98 Kritik Budiman Sudjatmiko Temui Prabowo: Antara Gampang Lupa, Keyakinan Atau Pemaaf

Puasa jenis ini, tanda puasanya berhasil, katanya bila mimpi minum air laut. Akan tetapi, yang diharap- harap dari mimpi itu tidak juga terjadi, bahkan katanya, mimpi air sumur saja tidak muncul.

Savic Ali menyadari godaan riyadhah, adalah ingin mendapatkan ini dan itu, sangat kuat saat remaja.

Pada masa menginjak usia Madrasah Aliyah, Syafi menjalani puasa Ndalail Taon. Riyadhoh yang pada masa seusianya di pondok, sangat jarang dilakukan.

Akan tetapi ketika hampir selesai, ternyata takdir berkata lain, berupa kecelakaan dan masuk RS selama seminggu.

Selama seminggu itupun ketika sakit itu, saat siang, Savic Ali remaja, tidak mau disuntik atau minum obat, karena dia tidak ingin membatalkan puasanya.

Karena Ndalail Taon-nya tinggal 3 bulan, sehingga sangat eman-eman untuk ditinggal. Pada masa nyantri ini, Savic Ali hafal kitab-kitab nazham Imrithi, Alfiyah, dan sebagian juz dari Al- Qur'an, hampir 4 juz.

Akan tetapi pelajaran yang sangat tidak disukainya adalah Ilmu Falaq, sampai-sampai nilainya selalu ada di bawah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved