Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 23 Agustus 2025 - Waspada, Iri Hati Itu Racun!

Bacaan ayat: Lukas 10:40 (TB)  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 23 Agustus 2025 - Waspada, Iri Hati Itu Racun!

Bacaan ayat: Lukas 10:40 (TB)  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Waspada dengan bahaya iri hati. Seringkali iri hati bersembunyi dalam hal-hal baik yang dilakukan, seperti dalam hal keadilan.

 "Mengapa dia diberi, saya tidak? Bukankah kami sama bekerja? Ini tidak adil!" "

Mengapa saya cuma satu sedangkan dia dua? Bukankah kami sama-sama anak. Ini tidak adil!" "Mengapa dia bisa tidak hadir sedangkan saya dipaksa hadir?

Bukankah kami sama-sama pelayanan? Ini tidak adil!". Rapi bukan? Sangat rapi dan tidak terlihat dari luar.

Memang ada banyak hal yang dilakukan dengan motif keadilan, dan itu baik. Namun perlu waspada, dibalik kata keadilan bisa terselip iri hati, yang jika tidak diwaspadai bisa membuat tersesat. 

Maria dan Marta bersaudara. Ketika Yesus mampir ke rumah mereka, tentu ada kebahagiaan yang tiada terkira. Bisa jadi seperti jemaat yang hendak dikunjungi oleh hamba Tuhan.

 Pasti sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Yang biasanya amburadul disulap sekejap menjadi bersih! Nampaknya mereka juga melakukan hal yang sama.

Meskipun demikian, terdapat catatan perbedaan yang cukup signifikan saat Yesus tiba: Maria duduk mendengarkan dan Marta sibuk melayani. 

Tidak ada masalah sampai disini. Masing-masing dapat menikmati apa yang dilakukan dengan baik. Persoalan timbul tatkala Marta berseloroh kepada Yesus, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 

Marta merasa sedang diperlakukan tidak adil oleh Gurunya. Ia dibiarkan sibuk seorang diri sementara Maria duduk mendengarkan (saja).

Bagi Marta ini tidak adil. Bagaimana mungkin ia harus sibuk sementara Maria hanya duduk mendengarkan, dan Yesus membiarkan hal itu begitu saja!

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved