Konflik PT FPIL

Detik-detik Tangisan Ibu-ibu Desa Teluk Raya Meledak saat Puluhan Warga Diangkut ke Mapolda Jambi

Peristiwa itu terjadi saat polisi membubarkan secara paksa ratusan orang warga Dusun Pematang Bedaro, Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR
Polisi saat membubarkan aksi blokade jalan oleh warga Dusun Pematang Bedaro, Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Kamis (20/7/2023). Warga memblokade jalan PT FPIL dan meminta lima warga yang ditahan Polda Jambi supaya dibebaskan 

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI - Tangisan riuh meledak dari ibu-ibu dan anak-anak yang tetap bertahan.

Mereka histeris tatkala polisi menangkapi 30-an orang yang ada di sana.

Peristiwa itu terjadi saat polisi membubarkan secara paksa ratusan orang warga Dusun Pematang Bedaro, Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, yang memblokade (menutup) jalan utama PT Fajar Pematang Indah Lestari ( PT FPIL ), Kamis (20/7).

"Kami bukan maling, Pak. Kami ingin hak kami. Kami mau sejahtera, Pak," kata ibu-ibu histeris.

Ratusan polisi, gabungan dari Polda Jambi dan Polres Muarojambi, membubarkan secara paksa warga yang sudah sekira dua minggu ini menutup akses jalan perusahaan.

Kericuhan pecah di lokasi karena warga tetap bertahan, tidak mau meninggalkan lokasi.

Akhirnya, polisi mengangkut warga ke mobil, lalu membawanya ke Mapolda Jambi. Puluhan orang yang diangkut itu terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak.

Riuh tangisan dari warga terdengar jelas. Mereka berteriak bahwa aksinya untuk menuntut keadilan.

Aksi penutupan jalan perusahaan dilakukan oleh warga yang mayoritas ibu -ibu.

Bahkan, mereka membawa anak-anak dan balita. Di sana, mereka bertahan selama 24 jam.

Mereka hanya pulang ke rumah saat hendak mandi dan berganti pakaian.

Untuk makan minum, mereka membuat dapur umum di lokasi.

Nilawati, perwakilan ibu-ibu desa, mengatakan tidak akan mundur walaupun sejengkal.

"Kami akan pertahankan hak kami," kata Nilawati.

"Mohon Pak Jokowi, bantu kami. Pemerintah daerah tutup mata dengan penderitaan kami. Tolong Pak Jokowi," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved