Kasus Inses di Jawa Tengah
Eksklusif, Mengungkap Kasus Inses di Jawa Tengah, Anak dan Istri Dibungkam Bertahun -tahun, Diancam?
Berikut wawancara eksklusif tentang kasus pembunuhan tujuh bayi hasil hubungan inses bapak dan anak di Jawa Tengah membuat gempar tanah air.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan tujuh bayi hasil hubungan inses bapak dan anak di Jawa Tengah membuat gempar tanah air.
Bagaimana tidak, aksi bejat yang dilakukan sang ayah telah terjadi sejak tahun 2012 silam.
Saat itu sangg putri masih berumur 14 tahun dan saat ini sudah berumur 26 tahun.
Bahkan parahnya, hasil hubungan inses bapak dan anak itu dibunuh.
Saat ini berdasarkan pengakuan pelaku, jumlah korban dalam kasus ini sebanyak 7 bayi.
Sehingga hal itu membuat masyarakat dan netizen bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi.
Bahkan yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai 7 bayi baru ketahuan.
Selama bertahun-tahun apakah tetangga pelaku tidak mengetahui kejahatan itu, dan sebagainya.
Baca juga: Update Kasus Inses di Sumbar, Polisi Periksa 8 Saksi Dugaan Wali Kota Bukittinggi Sebar Hoaks
Baca juga: Sosok Yuni Hutabarat, Kakak Almarhum Brigadir Yosua Dinikahi Josua Sitorus: Staf Kementan di Jambi
Berikut Wawancara Khusus by Zoom, dengan host Febby Mahendra Putra Direktur Pemberitaan Tribun Network, mengupas tuntas kasus tersebut dengan narasumber Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.
Video ini telah tayang di Tribun Jateng, dan kali ini disajikan kepada pembaca Tribunjateng.com serta koran cetak Tribun Jateng yang disadur oleh reporter Permata Putra Sejati.
Berikut petikan wawancaranya.
Pak Kapolresta tolong jelaskan bagaimana awal mula kasus ini terungkap?
Kasus ini begitu menghebohkan akhir-akhit ini. Di tanggal 15 Juni 2023 menerima laporan warga saat membersihkan kebun di pinggir sungai di Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah.
Saat membersihkan ditemukan semacam tulang yang awalnya dikira bukan tulang manusia. Setelah itu dibawa ke kedokteran forensik. Hasil forensik menyebutkan, itu tulang bayi berumur 1 hari sampai 1 tahun.
Kemudian pada 21 Juni 2023 saat pemilik lahan masih membersihkan, ditemukan lagi 3 makam di satu lokasi yang sama.
Kami berpikir ini ada bentuk tindak pidana karena tulang-tulangnya sama. Hasil penyelidikan atas bantuan masyarakat diamankan saudari E (perempuan) bahwa langsung memeriksa dan dia mengakui keempat tulang adalah anaknya hasil hubungan dengan ayah kandungnya.
Sabtu 23 Juni 2023 kami melakukan penangkapan terhadap Rudi ayah dari E dan mengakui telah memakamkan 7 kali atau 7 bayi dan kami langsung melakukan penggalian lagi.
Baca juga: Pesan Pernikahan Kakak Almarhum Brigadir Yosua, Yuni Hutabarat dan Josua Sitorus: Kisah Merpati
Dari 3 yang digali lagi hanya menemukan satu pakaian. Barang buktinya seperti cangkul.
Kondisi kebun tempat ditemukannya bayi itu seperti apa Pak?
Jadi itu di pinggir sungai, di lokasi itu awalnya ada kolam dan mau digunakan maka diperbaiki. Malah ditemukan makam.
Karena ditemukan 4 makam, lalu kami anggap ada tindak pidana. Ada informasi masyarakat ada bapak dan anak pernah mengandung tapi anaknya tidak ada.
Sudah sejak 2013 artinya tiap satu setengah tahun melahirkan dan apa yang membuat kasus ini tidak terungkap?
Tentunya kita belum ada laporan dari masyarakat akan hal itu, kemudian juga mendalami semua informasi dari E dan S ibu kandungnya.
Bahwa 2011 tersangka Rudi kerja di Klaten sebagai buruh bangunan dan bertemu dengan B. Melalui B itu supaya melakukan hubungan dengan anaknya dan kalau melahirkan supaya dikubur.
Selama 7 kali berturut-turut. Nanti kalau sudah datangi kuburan anakmu maka akan ada yang mengantarkan uang.
Tetapi ini masih dalam pendalaman atau hanya karangan.
Dan B ini sudah almarhum. Kita akan dalami kebenarannya.
Apakah lingkungan keluarga dan tetangga memungkinkan tahu perbuatan tersanga?
Saya kira tahu karena dekat dengan pemukiman penduduk.
Tersangka ini punya istri kenapa tidak bereaksi?
Tersangka ini punya 3 orang istri, istri pertama dan kedua sudah cerai statusnya.
Dan istri ketiga tidak melapor karena diancam Rudi kalau ada yang tahu maka akan dibunuh sehingga saudari E dan S tidak melapor.
Baca juga: Prabowo Subianto Dinilai Berubah Jauh Lebih Kalem, Ini Reaksi Menteri Pertahanan Tersebut
Sementara istrinya yaitu saudari S sudah tidak satu rumah lagi.
Apakah keluarga E dan R itu gelandangan?
Mereka bukan gelandangan tapi ada pekerjaan juga.
Selama pemeriksaan E bagaimana kejiwaannya?
Perlu koordinasi dengan kejiwaan sehingga saat periksa bagaimana sejauh ini tidak ada reaksi apa apa tapi belum menjawab ada depresi atau tidak. Termasuk pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi lain.
Apakah ada ancaman kekerasan pada E?
Ketika melakukan hubungan badan ini di bawah tekanan dan diancam akan dibunuh.
Ketika jawab pertanyaan apakah di melantur?
Ketika diperiksa masih menunjukkan normal dan jawabannya berkaitan dengan keterangan saksi saksi.
Tindakan selama 10 tahun ini apakah mempengaruhi lingkungan tempat tinggal dan polisi perlu tracking?
Polisi akan berkoordiansi dengan stakeholder apabila ada info seperi ini agar diinfo lebih lanjut.
Baca juga: Ini Alasan Chuck Putranto, Eks Anak Buah Ferdy Sambo Batal Dipecat dari Polri dan Demosi 1 Tahun
Ada kesan lingkungan setempat cuek, benarkah Pak?
Akan kita teliti lebih lanjut, penting bagi keamanan dan ketentraman masyarakat.
Apakah pekerjaan Rudi itu dukun tradisional?
R ini sebagai buruh bangunan.
Pernahkah Bapak rasakan selama 23 tahun bertugas menemukan kasus unik?
Saya rasakan adalah tentu harus segera memproses sesuai yang ada.
Adakah hal aneh dalam menangani kasus ini?
Saya kira tidak, kita bekerja sesuai keterangan saksi yang kita dapatkan dan penangkapan tersangka dan penahanan.
Adakah kasus ini paling sulit selama Bapak bertugas?
Saya kira semua punya tingkat kesulitannya masing masing. Ada saksi juga dan menemukan tersangka dari tanggal 15 dan 21 Juni menemukan juga.
Sehingga 23 Juni bisa menangkap tersangka. Dalam waktu dekat segera kita limpahkah ke Kejaksaan.
Apa harapan imbauan untuk masyarakat Pak?
Kita ambil hikmah perlu peduli terhadap lingkungan. Ada babinkamtibmas dan polisi RW tapi kalau tidak dibantu masyarakat sehingga tidak menjangkau itu.
Kita perlu informasi sehingga diolah dan ditindak mencegah gangguan gangguan.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Mahasiswa PIAUD UIN STS Jambi Gelar Peragaan Busana dari Plastik dan Karung Goni, Ini Kata Wadek
Baca juga: Link Download Game Only Up di Android, Gratis, Viral di Tiktok
Baca juga: Resep Sambal Nanas Istimewa, Pelengkap Sajian Aneka Olahan Daging
Baca juga: Update Kasus Inses di Sumbar, Polisi Periksa 8 Saksi Dugaan Wali Kota Bukittinggi Sebar Hoaks
Sebagian artikel ini diolah dari TribunJateng.com
7 Fakta Kasus Inses Ayah dan Anak Serta Pembunuhan 7 Bayi di Jawa Tengah, Polisi Gelar Rekonstruksi |
![]() |
---|
Belum Usai Kasus Inses di Purwokerto, Kini Ayah di Purbalingga Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil |
![]() |
---|
Update Kasus Inses di Jateng: Ini Fakta Rekonstruksi, 5 Korban Bayi Laki-laki dan 2 Bayi Perempuan |
![]() |
---|
2 Fakta Rekonstruksi Kasus Inses Ayah dan Anak dan Pembunuhan 7 Bayi di Jawa Tengah |
![]() |
---|
Istri Ketiga Tahu Suami Inses dengan Anak hingga Lahirkan 7 Bayi di Banyumas Tapi Takut Lapor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.