Profil dan Biodata Tokoh
Profil dan Biodata Lengkap Luhut Panjaitan, Laporkan Haris Azhar dan Fatia Soal Cemarkan Nama Baik
Berikut profil dan biodata lengkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan yang melaporkan Haris Azhar
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (SUSSARCABIF), Lulus Terbaik (1971).
Kursus Komando, Lulusan Terbaik, Meraih Penghargaan Sangkur Perak Komando (1971).
Kursus Lintas Udara, Lulusan Terbaik, Meraih Penghargaan Trophy Payung Emas (1971).
Kursus Lanjutan Perwira/SUSLAPA I (1976).
Kursus Lanjutan Perwira/SUSLAPA II (1978).
Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD).
Sekolah Staf Dan Komando ABRI (SESKO ABRI)
Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS)
Pada Tahun 2001 Luhut Pandjaitan mendirikan Institut Teknologi Del di Desa Sitoluama, Laguboti, Kabupaten Toba.
Nama lengkapnya yakni Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.
Saat ini dia sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Kabinet Kerja pada Juli 2016.
Kemudian dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019–2024.
Dia didapuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia.
Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.
Pada 12 Agustus 2015, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
Dalam perombakan Kabinet Kerja Jilid II pada 27 Juli 2016, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.
Pada 15 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.
Baca juga: Luhut Kesal Disebut Lord dan Penjahat: Tidak Ada Kebebasan Absolut, Harus Bertanggung Jawab
Sehingga Presiden memberhentikan Archandra secara terhormat dari Menteri ESDM.
Kemudian menunjuk Luhut yang juga menjadi Menko Maritim untuk menjadi pejabat sementara (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2000–2001 saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI 1999–2001.
Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.
Luhut merupakan anak ke-1 dari 5 bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu.
Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki 4 anak, yaitu Paulina, David, Paulus dan Kerri Pandjaitan.
Pelatihan
Royal Army Special Air Service (SAS), Britania Raya (1981).
Shooting & Anti-Terror Instructor Training, Jerman Barat (1981).
Counter-Terrorism and Special Operations Course, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG-9) German Federal Police, Jerman Barat (1981).
US Army Airborne, Pathfinder, And Ranger Course, Fort Bragg And Fort Benning, Amerika Serikat (1976).
Free Fall Instructor Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1976).
Mobile Trainning Team (MTT) Instructor Course Golden Knight, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1978).
HALO/HAHO Jumpmaster Instructor Course, US Army Jumpmaster School, Amerika Serikat (1980).
US Army John F. Kennedy Special Warfare Center and School (US. Army Special Forces Course), Fort Bragg, Amerika Serikat (1978).
Bomb Disposal Instructor Training, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1977).
Jungle Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1979).
Guerrilla & Counter-Guerrilla Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Amerika Serikat (1978).
Kepangkatan
Letnan Dua Inf (1970)
Letnan Satu Inf (1973)
Kapten Inf (1975)
Mayor Inf (1980)
Letnan Kolonel Inf (1983)
Kolonel Inf (1990)
Brigadir Jenderal TNI (1995)
Mayor Jenderal TNI (1996)
Letnan Jenderal TNI (1997)
Jenderal TNI (HOR) (01-11-2000)
Jabatan militer
Letnan Dua s/d Kapten
Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1971).
Komandan Peleton Batalyon Siliwangi Di Kalimantan Barat, Pada Operasi Pemberantasan Dan Penumpasan PGRS/Paraku (1972).
Komandan Kompi A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1973).
Komandan Kompi A Pasukan Kontingen Garuda (KONGA VI) Wilayah Port Said, Port Fuad, Port Suez, Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
Mayor
Ajudan Pribadi Brigjen TNI Yogi S. Memed (Komandan Brigade Selatan, Wilayah Terusan Suez) Kontingen Garuda (KONGA VI), Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
Komandan Tim C Group 1 Para Komando Satuan Lintas Udara Pada Operasi Seroja, Kopassandha (1975).
Komandan Kompi Pasukan Pemburu Kopasshanda Pada Elemen Satgas Tempur Khusus, Pada Operasi Seroja (1976), Sekaligus Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Kompi Terbaik Dalam Operasi Seroja.
Perwira Operasi Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat.
Perwira Operasi Pada Satuan Tugas/Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI.
Letnan Kolonel
Danden 81 Anti Teroris Kopassus Pendiri dan Komandan Pertama (1981)
Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Rajawali Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat, BAIS ABRI (1983)
Komandan Satuan Pengamanan Presiden RI/VVIP Pada KTT ASEAN Manila, Filipina (1984).
Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Charlie/Proyek Intelijen Teknik (Proyek Yang Menjadi Creme De La Creme TNI) Pada Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1985).
Pendiri Dan Komandan Pertama Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus) Detasemen-81/Anti-Terror Kopassus Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) (1986).
Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus (Detasemen-86) Di Sektor Tengah Khusus (Osu, Frekueike, Laisorobai) Timor-Timur (1986).
Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Satgas Tempur Terbaik Di Timor-Timur.
Komandan Sekolah Pusdik Para Lintas Udara Pusshandalinud/Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus/Pusdikpassus, Kopassus (1987-1989).
Kolonel
Asops Danjen Kopassus (1989-1990)
Dangroup 3/Sandhi Yudha Kopassus, (1990-1992)
Danpusdikpassus), (1992-1993)
Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, Meraih Prestasi Sebagai Komandan Korem Terbaik Di Indonesia (1993-1995)
Brigadir Jenderal
Wadan Pussenif (1995-1996)
Mayor Jenderal
Danpussenif (1996–1997)
Letnan Jenderal
Dankodiklatad (1997–1998).
Jenderal (HOR)
Jabatan Pemerintahan
Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999–2000)
Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional (2000–2001)
Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015)
Baca juga: Terungkap, Haris Azhar Pernah Minta Saham ke Luhut Binsar Panjaitan, Begini Penjelasan Lord Luhut
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI (2015–2016)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–Sekarang)
Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (2018-Sekarang)
Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (2020-Sekarang)
Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional (2021-Sekarang)
Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (2021-Sekarang)
Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung (2021-Sekarang)
Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional (2022- )
Koordinator PPKM Wilayah Jawa-Bali (2021-Sekarang)
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Lahirkan Dua Guru Ternama, KCBN Muaro Jambi Pusat Pendidikan Agama Buddha
Baca juga: Siomay Kang Deden, Jajanan Kaki Lima yang Tengah Digandrungi Warga Kota Jambi
Baca juga: Kombes Hengki Haryadi Maafkan Hercules, Namun akan Disikat Jika Mantan Preman itu Berbuat Salah
Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Bungo Naik hingga Rp 1 Juta
Sebagian artikel ini diolah dari PosBelitung.co
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230611-Luhut-Binsar-Panjaitan-dan-Presiden-Jokowi-ketawa.jpg)