Lahirkan Dua Guru Ternama, KCBN Muaro Jambi Pusat Pendidikan Agama Buddha
Candi Kedaton di Kabupaten Muaro Jambi merupakan situs bersejarah bagi umat Buddha.
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Candi Kedaton di Kabupaten Muaro Jambi merupakan situs bersejarah bagi umat Buddha.
Situs Candi yang terluas di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi ini sangat menarik perhatian umat diseluruh dunia.
Lokasi ini, dahulunya sebagai tempat pendidikan bagi umat Buddha. Tampak dari blok-blok asrama yang dibatasi pagar dalam Situs Candi Kedaton.
Asumsi ini dibenarkan dengan temuan sumur kuno di dalam areal Candi Kedaton.
Kemudian, dikuatkan pula dengan temuan belanga berdiameter 1 meter sebagai pendukung aktivitas di dalam asrama sebagai tempat memasak air dan makanan.
Sungguh takjub melihat arsitektur Situs Candi Kedaton yang luasnya hingga 4 hektare persegi itu.
Mulai Abad ke-7 Masehi, peradaban di KCBN Muaro Jambi sudah mulai ada. Masa kejayaannya diperkirakan dimulai abad ke 9 hingga 12 Masehi.
Bahkan, menurut catatan perjalanan Biksu dari Cina bernama It-Shing pernah ada 1.000 Biksu yang belajar di Percandian Muaro Jambi.
Pembelajaran ini tentunya menarik perhatian Umat Buddha yang menyebutkan Vihara Agung Candi Kedaton.
Ini disampaikan Bhante Khemacaro Mahatera Ketua Umum Pengurus Sangha Agung Indonesia saat acara Waisak Bersama di Candi Kedaton pada Minggu (11/6/2023).
Bhante Khemacaro mengungkapkan Candi Kedaton Muarojambi pernah melahirkan guru ternama. Sebab, pada abad 7 hingga 9 Masehi di lokasi ini menjadi pusat pendidikan Agama Buddha.
"Mari kita renungkan, sejatinya pusat pendidikan Agama Buddha pasti melahirkan guru-guru yang ternama. Yang itu tidak disadari oleh kita semua," katanya.
Ia bilang dua guru besar itu yaitu Guru Sakyakirti Serlingpa dan Dharmakirti Serlingpa.
“Saya saat ini berpakaian Theravada. Saya upasampada dari Thailand. 2 tahun saya di Wat Bowon, tapi saya tetap bangga menjadi Budhis Indonesia,” katanya.
Bhante yang juga Alumni Lemhanas itu menyampaikan bahwa tak ada sejarah Buddhis Indonesia itu tenggelam. Tetapi Budhhis itu tertidur karena terpukau dengan keberadaan Budhis yang ada di luar sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Bhante-Khemacaro-Mahatera.jpg)