Lahirkan Dua Guru Ternama, KCBN Muaro Jambi Pusat Pendidikan Agama Buddha
Candi Kedaton di Kabupaten Muaro Jambi merupakan situs bersejarah bagi umat Buddha.
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Ia mengatakan penggunaan Candi Kedaton sebagai tempat perayaan Waisak harus dimaknai dengan Mahabudhi Satva Gautama yaitu mencapai penerangan sempurna atau menjadi Buddha.
“Kita harus memaknai apa yang dapat kita lakukan dan apa yang dapat kita sinergikan. Kita harus berjuang untuk mewujudkan peran dan posisi kita masing-masing,” ucapnya.
Ia mengingatkan kepada umat Buddha bahwa untuk berperan dan memposisikan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda diantara masing-masing individu dan para Bikkhu.
“Punya peran yang berbeda dan punya tujuan yang sama yaitu memposisikan diri untuk mengembangkan Dharma di Indonesia ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Umat Buddha Jambi, Rudy Zhang mengatakan seluruh vihara di Provinsi Jambi merayakan Waisak secara bersama-sama di Candi Kedaton KCBN Muaro Jambi.
“Ada 30 vihara bersatu diorganisasi merayakan bersama-sama sebanyak 2.500 umat dari seluruh Jambi,” ujarnya.
Mengawali ritual ini, kata Rudy umat melakukan Abhisapuja, pradaksina, puja bhakti dan kegiatan kesenian.
“Ada beberapa orang Biksu dari Thailand setelah dari Candi Borobudur mereka berkunjung ke sini,” pungkasnya.
Baca juga: Pj Bupati Muaro Jambi Dampingi Gubernur Jambi Hadiri Puncak Perayaan Waisak di Candi Agung Kedaton
Baca juga: Hadiri Waisak di Candi Kedaton, Gubernur Jambi: Sebagai Momentum Mengenang Ajaran Sang Buddha
Baca juga: Vihara Agung Candi Kedaton Berupa Tempat Pemersatu Umat Buddha di Jambi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Bhante-Khemacaro-Mahatera.jpg)