Denny Indrayana dan Cuitannya

Reaksi Menohok PKN ke Denny Indrayana yang Minta Makzulkan Presiden Jokowi: Ibarat Pendekar Mabuk

Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) beri komentar menohok ke Eks Wamenkumham era SBY, Denny Indrayana soal pemakzulan Presiden Jokowi.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribunnews/Kolase Tribun Jambi
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) beri komentar menohok ke Eks Wamenkumham era SBY, Denny Indrayana soal pemakzulan Presiden Jokowi. 

"Sering saya katakan, sebagai perbandingan, Presiden Richard Nixon terpaksa mundur karena takut dimakzulkan akibat skandal Watergate. Yaitu, ketika kantor Partai Demokrat Amerika dibobol untuk memasang alat sadap," ungkapnya.

Baca juga: Eks Wamenkumham Era SBY Minta DPR RI Makzulkan Presiden Jokowi, Ini Isi Suratnya dari Australia

"Pelanggaran konstitusi yang dilakukan Presiden Jokowi jauh lebih berbahaya, sehingga lebih layak dimakzulkan," bebernya.

Denny Indrayana Sebut Presiden Jokowi Halangi Anies Baswedan

Mantan Wamenkumham era SBY, Denny Indrayana sebut Presiden Jokowi menghalangi pencapresan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkannya melalui cuitan di media sosial Twitternya, @dennyindrayana.

Dia mengatakan upaya penghalangan capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan menggunakan kekuasaan sebagai presiden.

Sebagaimana diketahui bahwa Anies Baswedan akan maju di Pilpres 2024 dengan diusung tiga partai.

Ketiga partai tersebut yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS.

Dalam cuitannya pada Rabu (7/6/2023), Denny Indrayana menyabutkan bahwa Presiden Jokowi menggunakan kekuasaan dan sistem hukum untuk menghalangi Anies Baswedan maju sebagai capres di Pemilu 2024.

Sehingga hanya ada dua Capres yang akan bertanding dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Presiden Jokowi menggunakan kekuasaan dan sistem hukum untuk menghalangi Anies Baswedan menjadi calon presiden. Bukan hanya Jusuf Wanandi (CSIS), yang dalam acara Rosi di Kompas TV, hagul yakin memprediksi bahwa pihak penguasa akan memastikan hanya ada dua paslon saja yang mendaftar di KPU untuk Pilpres 2024," tulis Denny Indrayana.

"Saya sudah lama mendapatkan informasi bahwa memang ada gerakan sistematis menghalang halangi Anies Baswedan," bebernya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Promo Honda Jambi Bulan Juni 2023, DP Mulai Rp 1,3 Juta dan Potongan Angsuran

Baca juga: Nathalie Holscer Akui Ingin Punya Anak Perempuan, Bantah Rujuk dengan Sule

Baca juga: Asian Drag Champion MOD APK V1.0.7 Final, Download Disini Gratis! Uang UNLIMITED dan UNLOCK ALL

Baca juga: Banyak yang Aktif, 1500+ Akun Sultan Free Fire FF Gratis Juni 2023, Ada Akun FB, Google hingga VK

Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved