Ramadan Mubarak

Masjid Jami' Ba'alawi di Jambi, Satu dari Lima Masjid Ba'alawi di Dunia

Wilayah seberang Kota Jambi (Sekoja) terkenal sebagai salah satu pusat peradaban dan penyebaran Islam di Kota Jambi sejak abad ke 17 Masehi.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Masjid Jami' Ba'alawi kampung Arab Melayu, Seberang kota Jambi. 

Tarekat ini berkembang pesat di tangan Imam Abdullah bin Alawi al-Hadad, penyebaran terbesar tarekat ini di Yaman, Indonesia, Singapura, Kenya, Tanzania, India, Pakistan, Hijaz dan sebahagian Uni Emirat Arab.

Jadi, masjid Ba’alawi adalah sebuah masjid yang penamaannya dinisbahkan pada suku keturunan Rasullah yang menetap di Tarim Yaman di sebelah Timur kota Tarim.

Masjid ini dibangun oleh regenerasi Ba’alawiyah yang ada di dunia.


Satu Dari Lima Masjid Ba'alawi di Dunia

Setidaknya hanya terdapat 5 buah bangunan masjid Ba’alawi saja yang ada di dunia.

Pertama Masjid Ba’alawi Tarim Yaman, Kedua Masjid Ba'alawi Riadhah Yaman, Ketiga Masjid Ba’alawi Singapura, Keempat Masjid Jami' Ba'alawi Jambi Indonesia, dan terakhir Masjid Ba’alawi di Aceh Timur Indonesia.


Renovasi Oleh Gubernur Jambi Abdurrahman Sayoeti

Berdasarkan penuturan H Mustofa, salah satu pengurus masjid Jami' Ba'alawi, mulanya masjid tersebut berupa langgar yang berukuran tak begitu besar, dan hampir berbentuk segitiga yang berada tepat di pinggi jalan.

Di era Gubernur Jambi Drs H Abdurahman Sayoti (1989-1999) langgar tersebut kemudian di renovasi pada tahun 1990 dan diresmikan jadi Masjid pada 17 Maret 1995.

Tanda tangan peresmian masjid tersebut kini masih terpasang secara jelas di depan masjid dibalik tugu nama masjid.

Awalnya sebelum di renovasi kata H Mustofa Langgar ini seperti tidak terawat lagi, sudah banyak yang mengalami kerusakan.

H Mustofa juga mengaku ikut mengerjakan renovasi masjid tersebut yang uangnya berasal dari sumbangan masyarakat di sekitar masjid.

Namun yang memberi sumbangan terbesar adalah Gubernur Jambi periode 1989-1999 Abdurrahman Sayoeti menggunakan dana pribadinya.

"Tapi masjid ini yang paling kuat sepengetahuan saya dananya Abdurrahman Sayoeti, itu tidak boleh di catat sama dia, karena bukan duit proyek, tapi duit pribadi" ujarnya.

Usai di renovasi, Gubernur Abdurrahman Sayoeti rutin melakukan ibadah sholat subuh di masjid Jami' Ba'alawi, menyebrang dari rumah dinasnya di Tanggo Rajo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved