Ramadan Mubarak

Masjid Keramat Pulau Tengah Kerinci Empat Kali Lolos dari Bencana

Masjid Agung Agung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh dan Masjid Keramat Desa Koto Tuo Pulau Tengah, Kabupaten Kerinci, yang merupakan masjid tertua

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Masjid Keramat Pulau Tengah Kerinci Empat Kali Lolos dari Bencana 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabupaten Kerinci, terkenal dengan wisatanya seperti Gunung Kerinci, Danau Kerinci dan Danau Gunung Tujuh, serta kebun teh terluas. Bukan hanya itu saja, Kerinci juga terkenal dengan Budaya dan wisata Religiusnya.

Seperti Masjid Agung Agung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh dan Masjid Keramat Desa Koto Tuo Pulau Tengah, Kabupaten Kerinci, yang merupakan masjid tertua di Kabupaten Kerinci. Jika kemarin kita telah membahas Agung Pondok Tinggi, kali ini kita akan bahas mengenai Masjid Keramat Pulau Tengah.

Nama dari masjid tersebut, memang terdengar mistis. Namun sebaliknya, bagi wisatawan yang menyukai wisata religi, tentunya masjid keramat merupakan salah satu masjid yang wajib dikunjungi.

Selain dari menyimpan banyak sejarah, masjid kuno tersebut juga menyimpan suatu keindahan yang luar biasa. Seperti pantauan dilapangan, masjid tersebut memiliki daya tarik pada sisi arsitekturnya. Bangunan masjid dikelilingi dua pagar tembok, dengan ketinggian berbeda. Bangunan masjid sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang utama dan serambi.

Dinding-dinding masjid terbuat dari papan, serta memiliki pintu berhiaskan keramik bermotif bunga. Pada dinding bagian utara, selatan dan barat merupakan dinding papan yang disusun secara sejajar. Sedangkan pada bagian timur, dinding papan dipagar dan diganti dengan tembok karena telah rusak. Papan-papan dihiasi dengan motif berbentuk botol, diberikan pula lubang-lubang sebagai ventilasi udara.

Bagian dinding luar masjid pun juga dihiasi dengan motif berbentuk mata tombak, berwarna hijau, merah dan kuning. Bisa dijumpai pula hiasan atau relung yang terdapat pada setiap sudut bangunan masjid. Pada bagian atas pintu, dihiasi dengan lengkungan berwarna hijau, serta motif persegi panjang dan empat buah belah ketupat.

Masjid Keramat ditopang dengan 25 tiang penyangga yang dibagi dalam tiga bagian. Tiang pertama sebagai tiang penyangga atap pertama, sedangkan tiang kedua merupakan tiang penyangga untuk atap kedua. Tiang ini berjumlah empat buah dan memiliki bentuk serta ukuran yang sama, pada bagian bawah tiang, diletakkan semacam umpak batu sebagai penguat tiang. Terakhir tiang utama sebagai penyangga atap ketiga, tiang ini berjumlah satu buah dan berada ditengah ruang masjid.

Didalam Masjid Keramat juga memiliki mihrab, yang terletak pada sebelah barat ruang utama, Mihrab ini dilapisi dengan keramik bermotif bunga-bunga. Terdapat pula mimbar tepat berada di samping mihrab, mimbar ini terbuat dari kayu dan berbentuk layaknya kursi dengan dilengkapi anak tangga.

Secara garis besar, arsitektur dari Masjid Keramat ini memang menganut masjid-masjid di Indonesia pada zaman dahulu dengan atap limas bersusun tiga. Ditemukan pula 3 buah beduk yang tempatnya terpisah, dua buah beduk terdapat diruang utama masjid sedangkan satu buah terletak terpisah diluar masjid.

Secara administratif, Masjid Keramat terletak pada Desa Koto Tuo Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Jambi. Lokasi dari masjid ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Sungai Penuh, yang bisa ditempuh dengan perjalanan selama 40 menit hingga satu jam, dan lokasinya pun tak jauh dari Danau Kerinci.

Menurut cerita tokoh masyarakat Pulau Tengah, Sodikin dimana masjid Keramat dibangun pada tahun 1896 Masehi, dan merupakan salah satu masjid tertua di Kerinci selain Masjid Agung Pondok Tinggi. Pemberian nama keramat sendiri didapat dari keajaiban masjid, yang selalu lolos dari berbagai bencana.

"Cerita dari orang-orang terdahulu, tercatat Empat kali masjid keramat lolos dari bencana," ujarnya.

Empat kali lolos dari bencana yakni terjadi peristiwa kebakaran di Desa Pulau Tengah selama Dua kali, yaitu pada tahun 1903 dan 1939. Kemudian, terjadi Gempa Bumi yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci Dua kali pada Tahun 1942 dan 1995.

Saat kebakaran tersebut membumi hanguskan seluruh rumah-rumah yang ada disekitar masjid, dengan ajaibnya masjid ini seolah terlindung dari kobaran api. Tak ada secuil pun bagian bangunan yang hangus, ataupun rusak dilahap si jago merah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved