Pembacok Mantan Ketua KY yang Diciduk Polisi Ternyata Sales Roti: Nekat Karena Terlilit Hutang

Motif sales roti yang merupakan pelaku pembacokan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus karena terlilit hutang.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Motif sales roti yang merupakan pelaku pembacokan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus karena terlilit hutang. 

TRIBUNJAMBI.COM - Motif sales roti yang merupakan pelaku pembacokan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus karena terlilit hutang.

Pelaku yang merupakan sales roti itu diamankan di Mekarwangi kurang dari 24 jam.

Dia diamankan bersama sejumlah barang bukti, diantaranya sepeda motor.

Penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut disampaikan Kombes Kusworo Wibowo, Kapolrestabes Bandung, Jawa Barat.

Dia menyampaikan bahwa aksi pembacokan tersebut dikaitkan dengan pencurian menggunakan kekerasan.

Sebab hal berkaitan dengan barang bukti yang diamankan dari pelaku.

Kombes Kusworo Wibowo juga menyampaikan bahwa pencurian tersebut dilakukan karena pelaku sedang terlilit hutang.

"Pada pukul 22.30 WIB, tersangka bisa kita amankan, berikut barang buktinya sepeda motor di Mekarwangi," ungkapnya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (19/3/2023).

Baca juga: Mantan Ketua KY Alami Luka di Kepala dan Leher Akibat Dibacok OTK, Pelaku Beraksi Saat TKP Sepi

Baca juga: Irjen Karyoto Hengkang dari KPK ke Polda Metro Jaya Faktor Surat Sakti Firli Bahuri?

"Kurang dari satu kali 10 jam sejak kejadian, Polresta Bandung bisa mengamankan pelaku penganiayaan tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Kusworo juga mengungkapkan motif pelaku pembacokan karena ingin melakukan pencurian.

"Untuk motif, setelah kita bisa mengamankan tersangka kami kaitkan dengan barang bukti di TKP bahwa tersangka ini motifnya adalah melakukan pencurian," katanya.

Pihak polisi menyimpulkan pelaku sudah berniat melakukan pencurian dengan kekerasan karena membawa senjata tajam.

Kusworo juga menyampaikan bahwa pelaku melakukan pencurian karena terlibat utang.

"Dengan membawa senjata tajam berarti sudah ada niat melakukan pencurian dengan kekerasan karena yang bersangkutan (pelaku) terlibat utang," ujarnya.

Mengenai barang yang diambil oleh pelaku, Kusworo mengatakan bahwa pelaku belum sempat mengambil apapun karena sudah banyak warga yang datang berkerumun.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved