Berita Jambi

Kenaikan Pupuk Nonsubsidi Dikeluhkan Petani Kelapa Sawit Tebo

Kenaikan harga pupuk nonsubsi dikeluhkan para petani kelapa sawit di Kabupaten Tebo, saat ini harga pupuk nonsubsidi sudah mencapai Rp 800-900 ribu

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
SHUTTERSTOCK/CRINIGER KOLIO
Ilustrasi pupuk urea. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Kenaikan harga pupuk nonsubsi dikeluhkan para petani kelapa sawit di Kabupaten Tebo.

Sejumlah petani kelapa sawit mengeluhkan dengan adanya kenaikan harga pupuk nonsubsidi.

Hasan, petani di Tebo mengatakan bahwa saat ini harga pupuk nonsubsidi sudah mencapai Rp 800-900 ribu per karung.

Menurutnya harga pupuk tidak sebanding dengan harga jual tandan buah segar (TBS) saat ini, yaitu Rp 2 ribuan per kilogram.

"Harga buah sawit Rp 2 ribu, hargo pupuk semakin mahal," ungkapnya, Jumat (27/1/2023).

Kata dia, pohon kelapa sawit memerlukan pemupupukan setidaknya tiga kali dalam satu tahun.

"Memang batang sawit di pupuk 3 kali setahun, namun dengan harga pupuk nonsubsidi yang sangat tinggi, kami tentu keberatan," jelasnya.

Dirinya berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani kelapa sawit.

"Kami berharap Pemkab Tebo dapat memberikan perhatian, karena jika tidak menggunakan pupuk maka hasil TBS yang dihasilkan tidak maksimal," imbuhnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Adu Strategi di Final Gubernur Cup 2023 Tebo vs Merangin

Baca juga: Kasus Sambo, Rasamala Tantang Mahfud MD Ungkap Nama Pelaku Operasi Bawah Tanah

Baca juga: Arti Mimpi Menikah, Kabar Baik Buat Karir dan Asmara Kamu

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved