Sidang Ferdy Sambo

Brigjen Hendra Pasrah Jadi Korban Pank Ferdy Sambo : Berdamai dengan Diri Sendiri

Setelah korban prank Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan berdamai dengan diri sendiri

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
kolase tribunjambi.com
Brigjen Hendra Kurniawan dan Irjen Ferdy Sambo. 


Eks Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri, Agus Nurpatria merasa dibohongi Sambo terkait pembunuhan Brigadir Yosua.


Awalnya, Hakim Ketua, Wahyu Iman Santoso bertanya kepada Agus Nurpatria soal peristiwa setelah penembakan Brigadir Yosua.


Saat itu, Agus Nurpatria mengaku berkumpul dengan sejumlah terdakwa di Lantai 3 Gedung Divisi Propam Polri.


"Waktu kita kumpul bareng-bareng itu, ada dua hal itu yang saya ingat (Disampaikan Ferdy Sambo) pemeriksaan awal dilakukan Karopaminal dan dua beliau (Ferdy Sambo) terpukul atas kasus pelecehan seksual dan tembak menembak," kata Agus Nurpatria.


"Setelah ada arahan seperti itu apa yang terjadi di kawan-kawan?" tanya hakim.


"Tidak ada, kan saya tunggu perintah," ujar Agus Nurpatria.


Saat itu, Agus Nurpatria bersama terdakwa kasus obstruction of justice, Hendra Kurniawan tengah memeriksa Richard Eliezer alias Bharada E, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal alias Bripka RR atas perintah Ferdy Sambo.


Namun, Agus merasa belum ada kecurigaan soal apa yang disampaikan para terdakwa kala itu soal skenario baku tembak dan pelecehan seksual yang diotaki Ferdy Sambo.


Hingga akhirnya, setelah mengetahui cerita yang sebenarnya, Agus merasa telah dibohongi hingga terseret dalam kasus tersebut.


"Apakah ada pengarahan-pengarahan untuk menuju kesitu?" tanya hakim.


"Tidak ada," jawab Agus.


"Tidak ada?" tanya kembali Hakim.


"Saya merasa apa yang disampaikan pak FS, wajar-wajar saja" ujar Agus Nurpatria.


"Meski berubah?" kata hakim sambil konfirmasi soal skenario palsu

Halaman
1234
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved