Berita Tanjabbar

Kekerasan Anak di Tanjabbar Ada 19 Kasus, Menurun dari Tahun Lalu

Kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2022 di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) khususnya kekerasan fisik terhadap anak mengalami penurunan sek

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Suci Rahayu PK
Freepik.com
Ilustrasi, Kekerasan Anak 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2022 di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) khususnya kekerasan fisik terhadap anak mengalami penurunan sekitar 40 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Tanjabbar Muhammad Yunus mengatakan, pihaknya telah mencatat kasus kekerasan terhadap anak dari Januari hingga Oktober 2022.

"Menurut data yang dimiliki Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanjabbar, kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2022 hingga Oktober ini cenderung menurun," Jelasnya, Senin (28/11/22).

Muhammad Yunus melanjutkan tahun 2022 cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu tahun 2021. Untuk kasus yang paling menonjol ialah kasus kekerasan fisik.

"Terdapat penurunan di tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya, untuk tahun 2022 ada 19 kasus, untuk tahun sebelumnya yaitu 2021, sebanyak 30 kasus paling menonjol ialah kasus kekerasan fisik terhadap anak sedangkan kasus lainnya seperti kekerasan orang tua terhadap anak," tambahnya.

Baca juga: Loker Jambi 28 November 2022 untuk Lulusan SMA

Baca juga: Pakar Hukum Yakini Ferdy Sambo Terbukti Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua, Tunggu Putusan Hakim

Meski tahun ini kasus kekerasan terhadap anak cenderung menurun namun DP4KB terus intens dan bersosialisasi kepada semua pihak terutama di kecamatan maupun desa.

"Karena kasus yang terjadi di desa-desa sehingga kita gencarkan sosialisasi di desa dengan harapan tidak terjadi kekerasan terhadap anak," lanjutnya.

Muhammad yunus berharap peran orang tua untuk mengawasi anak ketika diluar rumah jangan sampai lengah, sebab menurutnya mayoritas kekerasan terhadap anak kerap terjadi dari pihak luar atau teman bermain seusia mereka.

"Khususnya untuk menjaga anak perempuan sebab jangan sampai terjadi kekerasan seksual terhadap anak, pasalnya tahun ini mayoritas kekerasan seksual dominan terjadi pada anak perempuan dibawah umur," tutupnya. (Tribunjambi.com/Ade Setyawati)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pakar Hukum Yakini Ferdy Sambo Terbukti Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua, Tunggu Putusan Hakim

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cover Seluruh Panitia dan Pembalap Kejurda Balap Motor IMI Jambi

Baca juga: Solusi Kemacetan Truk Batubara Masih Dikaji, Gubernur Jambi Minta Waktu Tiga Minggu

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved