Berita Jambi

Solusi Kemacetan Truk Batubara Masih Dikaji, Gubernur Jambi Minta Waktu Tiga Minggu

Gubernur Jambi Al Haris bersama BPJN, Ditlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan dan sejumlah OPD menggelar rapat penanganan angkutan batubara pada Ming

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
tribunjambi/rahimin
Truk batubara yang melintas di jalan lintas kawasan Simpang Rimbo Kota Jambi, Sabtu (15/10/2022) pukul 12.20 WIB. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris bersama BPJN, Ditlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan dan sejumlah OPD menggelar rapat penanganan angkutan batubara pada Minggu (27/11/2022) malam.

Dalam rapat tersebut kata Al Haris, pihaknya membahas perbaikan jalan yang rusak di wilayah Sridadi, Kabupaten Batanghari dan solusi menangani kemacetan yang ditimbulkan.

"Sementara kita stop angkutan batubara, kita dapat laporan dari balai jalan bahwa mereka akan bekerja selama 3 minggu, jika ini dilakukan maka akan sangat berdampak pada ekonomi kita," kata Al Haris saat diwawancarai, Senin (28/11).

Gubernur Jambi Al Haris
Gubernur Jambi Al Haris (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)

Kata Al Haris, sektor pertambangan adalah sektor terbesar kedua yang menyumbang devisa bagi Jambi sehingga dirinya berharap bahwa sektor pertambangan ini akan terus berjalan seiringan dengan perbaikan jalan.

"Maka dari itu, tadi malam kita ambil langkah dengan meminta tim terpadu dari Korem 20 orang, dari Ditlantas 30 orang, Satpol PP 20 orang, Dinas Perhubungan 20 orang untuk mengatur di sana agar tidak terjadi kemacetan," tuturnya.

Dijelaskan Gubernur bahwa pihaknya masih mempertimbangkan beberapa upaya yang akan diterapkan, agar angkutan batubara dapat berjalan seiring dengan perbaikan jalan yang rusak.

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Ikuti Rapat Pengendalian Inflasi: Di Bungo Ada Kenaikan Harga Beras

Baca juga: Hadir di Anniversary APPMI, Rahman Bangga Banyak Orang Kreatif Bidang Mode di Jambi

Baca juga: Update Harga Cabai, Bawang dan Daging Ayam di Tanjab Timur Senin 28 November 2022

"Mungkin sebelah kiri bekerja lakukan pengecoran, lajur sebelah kanan kita buka namun diatur satu jam lewat angkutan batubara-nya, satu jam lagi masyarakat tapi ini masih dikaji lebih lanjut," jelas Al Haris.

Lebih lanjut kata Al Haris, dirinya tidak ingin memaksakan keadaan. Untuk itu, dia meminta Ditlantas Polda Jambi dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

"Target pengecoran itu lima hari, kalau memang tidak bisa maka kita tunggu lima hari itu baru bisa jalan, intinya saya minta jangan sampai tiga Minggu angkutan batubara ini tidak jalan, karena itu menyangkut dari ekonomi sopir-sopir kita yang jumlahnya banyak juga," tutupnya. (Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik)


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Cover Seluruh Panitia dan Pembalap Kejurda Balap Motor IMI Jambi

Baca juga: Gubernur Jambi Al Haris Ikuti Rapat Pengendalian Inflasi: Di Bungo Ada Kenaikan Harga Beras

Baca juga: Fasha Minta ASN Wanita Memakai Jilbab Yang Sama Sesuai Peraturan

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved