Sidang Ferdy Sambo
Hakim Geleng Kepala! Sindir Saksi Sangat Lancar Jawab Pengacara Ferdy Sambo
Hakim sidang perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Wahyu Iman Santoso, menyindir para saksi dari kalangan orang dekat Ferdy Sambo.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Wahyu Iman Santosa, menyindir para saksi dari kalangan orang dekat Ferdy Sambo.
Sindiran terutama disampaikan kepada Damson dan Diryanto alias Kodir, yang turut menjadi saksi untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.
"Saksi-saksi ini, lancar banget malam ini jawabannya. Waktu ditanya saya dan jaksa penuntut umum kayak sakit gigi semua," kata Wahyu.
Hakim langsung menyebut nama saksi Kodir, asisten rumah tangga Ferdy Sambo.
"Terutama si Kodir, lancar banget kamu jawabnya. Besok kita masih ketemu lho, lancar gini gak Dir," kata Hakim.
Saat itu para saksi baru saja dimintai keterangan oleh kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.
"Kami kemarin kek sakit gigi. Ditanya, jawabnya nggak tahu. Ini ditanya pengacara cepat banget jawabnya. Besok kita lihat apakah saudara masih berbohong atau nggak," kata Hakim Wahyu.
Hakim kemudian menyebut nama Damson, security di rumah Ferdy Sambo yang juga jadi saksi.
"Termasuk Damson tadi, ditanya Ferdy Sambo ikut PCR? jawab ikut PCR. Ditanya penasihat hukum (jawabnya) tidak tahu)," sindir hakim.
Para saksi hari ini dihadirkan oleh jaksa penuntut umum.
Namun dalam keterangannya, lebih banyak memberi keringanan untuk Ferdy Sambo.
Di antaranya adalah keterangan beberapa saksi yang membuat imej lain Brigadir Yosua, yakni sosok yang temperamen dan sering ke tempat hiburan malam.
Kesaksian mencolok justru disampaikan Rommer, yang mengaku melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan saat masuk ke rumah Duren Tiga No 46, lokasi pembunuhan Brigadir Yosua.
Namun keterangan Rommer itu dibantah oleh saksi Kodir, juga oleh terdakwa Ferdy Sambo.
Pihak Terdakwa Menggali Profil Yosua
Bagi keluarga, Brigadir Yosua Hutabarat yang tewas dibunuh di Duren Tiga merupakan sosok yang baik, penyayang, dan religius.
Hal itu sudah diungkapkan di dalam persidangan saat menjadi saksi untuk semua terdakwa.
Pada sidang hari ini, penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati membuat profil berbeda Yosua.
Mereka mengangkat sisi yang dianggap akan bisa meringankan terdakwa FS dan PC.
Hal itu terlihat dari keterangan yang digali oleh Febri Diansyah dari Damson, soal aktivitas Yosua di luar tugas.
Sebagaimana video yang sebelumnya viral, Damson pun menyebut sering diajak Yosua ke tempat hiburan malam.
Dia mengatakan Yosua di tempat hiburan akan selalu minum minuman beralkohon.
Tak hanya itu, Damson membuat imej Yosua sebagai sosok yang temperamen, suka marah-marah.
Pengacara Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang, pada sidang ini juga mengorek keterangan saksi tentang sisi negatif Brigadir Yosua.
Baca juga: Tak Bisa Tolak Perintah, ART Ferdy Sambo Ketakutan saat Bersihkan Darah Brigadir Yosua di Lantai
Baca juga: Jenis Senjata Ferdy Sambo dan Ajudannya, BB Pembunuhan Brigadir Yosua Glock-17 dan HS-19
Hal itu terlihat dari pertanyaan yang ditujukan Rasamala kepada Adzan Rommer bekas ajudan Ferdy Sambo.
Pada sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, Rommer ditanyakan tentang hiburan malam dan kisah todongkan pistol.
Rasamala menanyakan apakah pernah mendapatkan info soal Brigadir Yosua Hutabarat main ke tempat hiburan malam.
Rommer menjawab bahwa dirinya tidak pernah lihat langsung, dan juga tidak pernah ajakan kepadanya.
Berita itu hanya pernah dia dengarkan dari satpam yang bertugas di rumah Ferdy Sambo.
Sementara dalam pertemanannya dengan Yosua, Rommer bilang tidak pernah diajak untuk bepergian ke hiburan malam.
"Cuma dengar saja. ART Damson. Itu saja yang saya temani ngobrol, bilang ke tempat hiburan," kata Rommer.
Adapun tempat hiburan yang disebut Damson kepada Rommer, Yosua pernah ke Holliwings.
"Ini masih terhubung dengan sikap alm Yosua. Saksi Rommer, di dalam BAP saya baca, pernah ada situasi Yosua mengisi senjata kemudian mengarahkan kepada foto. Bisa jelaskan soal itu?" tanya Rasamala.
Rommer pun menyebut, suatu hari dia dan Sadam di Posko 54.
Kemudain Brigadir Yosua datang main ke sana, dan mengobrol dengan mereka.
"Saya dan sadam lagi bersihkan senjata," ucapnya.
Selanjutnya senjata diminta oleh Yosua, dikokang, lalu dilepas magasin.
"Dia mengarahkan senjata ke foto Bapak Ferdy Sambo," tambahnya.
Baca juga: Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Susi dan Kodir Diusulkan Dilindungi LPSK, Saksi Posisi Rentan
Baca juga: Keras, Jaksa Minta Hakim Tetapkan Diryanto ART Ferdy Sambo Tersangka Kesaksian Palsu
Rommer pun menegur. Senjata kembali dikokang oleh Brigadir Yosua hingga peluru keluar.
Namun keterangan yang dianggap menyudutkan Brigadir Yosua Hutabarat ini tidak bisa lagi dibantah oleh yang bersangkutan, sebab dia sudah meninggal dunia, ditembak di Duren Tiga Nomor 46.
Update, Tanggapan Pengacara Keluarga Brigadir Yosua: Putri Candrawati dengan Ferdy Sambo Pernah Baku Tembak? Pengacara Keluarga Yosua Beberkan Cerita
Sementara itu, Hakim mengingatkan penasihat hukum terdakwa agar fokus pada saksi yang dihadirkan jaksa yang bertujuan menggali keterangan terkait pasal pembunuhan.
"Soal kepribadian lain, kalau mau periksa saksi soal itu silakan, tapi ini terkait dengan perkara pembunuhan," ujar Hakim Wahyu.
Dilanjutkan Wahyu, bila pengacara Ferdy Sambo mau menhadirkan saksi untuk meringankan terdakwa akan dipersilakan waktunya.
"Saksi ini yang dihadirkan JPU. Yang ada di berkas silakan ditanyakan, yang tidak jangan ditanyakan," kata Wahyu tegas.
Di tempat terpisah, Reza Indragiri Amriel, yang merupakan pakar Psikologi Forensik, mengingatkan Yosua adalah korban dari pembunuhan.
Pada persidangan, ucapnya, mustinya fokus terhadap kasus pembunuhan untuk pembuktian pasal tersebut. (*)
Baca juga: Terungkap, Brigadir Yosua Beri Surprise Untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawati
Baca juga: Pengacara Ferdy Sambo Akan Putar Video di Magelang, Ahli Hukum Sebut Motif Tak Penting
Baca juga: PROFIL dan Biodata Brigadir Yosua Hutabarat, Polisi yang Meninggal Di Rumah Kadiv Propam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20221108_Rasamala-Aritonang_PUTRI-CANDRAWATI.jpg)