Sidang Ferdy Sambo
Ternyata Nomor Rompi Tahanan Putri Candrawati dan Ferdy Sambo Selalu Berubah
Rompi tahanan warna merah yang digunakan putri candrawati dkk, terdakwa kasus pembunuhan yosua, ternyata berbeda nomornya dalam tiga kesempatan.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Saat ini, kasus tersebut sedang berjalan di persidangan. Namun, peristiwa di Magelang belum disinggung dan tidak masuk ke dalam dakwaan para tersangka.
Reza menambahkan, keluarganya telah menempuh semua upaya hukum.
Keluarga besarnya siap menerima jika pada akhirnya nanti tidak sesuai harapan.
Kalau pun keluarganya marah dan menuntut, kata Reza, Yosua tidak akan bisa hidup kembali. Ia juga yakin bahwa Tuhan menyaksikan apa yang terjadi.
“Yang penting kita sudah berusaha. Toh juga kalau kita mau marah, mau nuntut lagi, emang Abang bisa hidup lagi? Kan enggak,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Reza juga membantah informasi yang menyebut kakaknya berubah setelah menjadi ajudan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Menurutnya, kakaknya tetap menjadi Yosua yang ia kenal. Yosua, di matanya adalah orang yang pendiam, baik, dan konsisten dengan kepercayaannya.
Yosua tetap memberikan perhatian kepada keluarganya selama menjadi anak buah Ferdy Sambo.
“Enggak ada perubahan yang begitu signifikan, enggak ada,” tegas Reza.
Brigadir Yosua Hutabarat meninggal setelah ditembak di rumah dinasnya mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, Duren Tiga Jakarta Selatan.
Kasus tersebut menarik perhatian publik. Bukan hanya karena kasus polisi tembak polisi, dan awalnya penuh skenario fiktif.
Banyak aparat terseret karena bertindak tidak profesional dan menutupi peristiwa yang sebenarnya. (*)
Baca juga: Ibu Brigadir Yosua Bertemu Ferdy Sambo dan Putri Candrawati di Sidang 1 November, Saksi Sudah Siap
Baca juga: Adu Bukti Pengacara Brigadir Yosua dan Ferdy Sambo soal Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20221029_putri-candrawati_brigadir-yosua.jpg)