Berita Jambi

Berkas Tersangka Kebakaran Gudang Minyak Ilegal Dikembalikan, Penyidik Kejari Jambi Minta Lengkapi

Berkas perkara Pandu CS, tersangka kebakaran gudang minyak ilegal dikembalikan penyidik Kejari Jambi untuk melengkapi berkas formil, materil

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Gudang minyak di RT 71, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi alami kebakaran, Senin (15/8/2022). 

Terkait lingkungan tersebut, Irwan menjelaskan untuk melihat sejauh mana efek dari dampak kebakaran tersebut pada kerusakan lingkungan.

"Untuk melihat sejauh mana efek atau akibat yang ditimbulkan dari kebakaran itu, itu yang mau kita dalami. Karena muaranya kan dari penyimpanan minyak. Nah yang ingin kami dalami sejauh mana akibat yang timbul dari kejadian ini," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Jambi tetapkan sepasang suami istri dan supir sebagai tersangka.

Ditetapkan status mereka atas kebakaran dan kepemilikan gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Lingkar Barat, Kenali Besar, Alam Barajo, Senin 15 Agustus 2022 lalu.

Setelah melarikan diri, Pandu ditangkap di wilayah Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara atas kasus minyak ilegal di Jambi.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah kerap melakukan razia. Namun pemilik gudang yakni, Arige Pandu, yang kini ditetapkan sebagai tersangka bersama istri dan satu sopirnya kerap 'kucing-kucingan' sehingga selalu lolos dari aparat penegak hukum.

Baca juga: Ruben Onsu Kemalingan, Uang Cash Hingga Laptop Raib

"Kita dari Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru sudah melakukan patroli. Pas kita lengah mereka kembali beroperasi, dan mereka selalu memanfaatkan situasi," kata Eko, saat pres rilis di Mapolresta Jambi, Jumat (26/8/2022) lalu.

Kata Eko, gudang tersebut tidak setiap hari beroperasi. Kadang setelah satu sampai dua minggu buka, mereka tutup selama sebulan. Lalu buka, lagi. Jadi, selama 3 tahun itu tidak terus-terusan bekerja.

Per bulannya, kata Eko, pengelola gudang ilegal ini bisa meraih omzet Rp 100 juta, dan saat ini pihaknya masih mendalami aliran dana dari bisnis ilegal tersebut.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan 3 tersangka, yakni Argie Pandu sebagai pemilik gudang, istri Pandu yang berinisial EL, serta pria berinisial DP yang berperan sopir pengantar BBM ilegal.

Tidak hanya itu, ada dua orang yang masih wajib lapor, yang salah satunya merupakan pemilik lahan yang disewa untuk mendirikan gudang minyak ilegal itu.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tory mengatakan para pelaku tersebut memasok BBM yang berasal dari Bayung Lincir, Sumatera Selatan.

"Seperti yang kita ketahui di Jambi ini terdapat beberapa lokasi illegal drilling. Minyak mentah yang dihasilkan ini dibawa ke wilayah Kabupaten Bayung Lincir, Sumatera Selatan, lalu diolah. Setelah sudah diolah, BBM dijual beberapa tempat, termasuk untuk kegiatan industri," ujarnya.

Bahkan, para pelaku juga mengoplos minyak yang berasal dari Pertamina. Mereka mendapatkan BBM legal itu dari sopir truk tangki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved