Berita Kota Jambi

Atasi Stunting di Kota Jambi, Maulana Sebut Partisipasi Masyarakat Sangat Diperlukan

Pemerintah Kota Jambi sangat berkomitmen dan concern terhadap upaya penurunan angka stunting.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rahimin
tribunjambi/fitri amalia
Wakil Wali Kota Maulana yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Jambi. Atasi Stunting di Kota Jambi, Maulana Sebut Partisipasi Masyarakat Sangat Diperlukan 

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengatakan. pihaknya secara rutin dan periodik mengadakan pertemuan guna percepatan penanganan stunting di kota Jambi.

"Sebelumnya telah dilakukan audit stunting yang mendatangkan para ahli untuk melihat kasus-kasus stunting di Kota Jambi, apa masalahnya apakah dari faktor ibu misalnya ada ahli dari dokter kandungan. Apakah dari faktor anaknya, ada ahli dari dokter anak atau ada masalah keluarga ada ahli dari psikolog dan juga ada ahli gizi dan sebagainya," kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Jambi ini, Selasa (13/9/2022).

Maulana bilang, Pemerintah Kota Jambi sangat berkomitmen dan concern terhadap upaya penurunan angka stunting.

Pihaknya terus melakukan pendataan by system secara online, melalui petugas gizi di masing-masing puskesmas yang menginput data.

"Apabila ada ditemukan yang potensi stunting saja, maka tim gabungan turun, di antaranya tim pendamping keluarga, tim dari puskesmas ahli gizinya turun untuk memberikan konsultasi upaya-upaya inilah yang terus kita lakukan," ujarnya.

Maulana juga berharap masyarakat juga mempunyai kepedulian terhadap masalah stunting.

Partisipasi masyarakat untuk menangani stunting juga diperlukan, misalnya dibutuhkan keterlibatan masyarakat saat diadakan dapur sehat atasi stunting.

"Misalnya diinformasikan di salah satu RT ada anak yang stunting maka warga sekitar yang memiliki kemampuan bersedekah untuk membuat makanan bergizi, dan dimasak ramai-ramai misalnya oleh-oleh ibu-ibu PKK atau majelis taklim dan diberikan kepada saudara kita," kata Maulana.

Guna mengatasi stunting di Kota Jambi, Maulana mengatakan semua sektor digerakan.

Baik pemerintah maupun swasta. Begitu juga CSR perusahaan boleh membantu warga disekitarnya jika ada anak yang mengalami stunting.

Saat ini TPPS kota Jambi telah menentukan lokus daerah atau daerah tempat yang menjadi prioritas penanganan stunting.

Ada 6 daerah satu diantaranya di Kecamatan Alam Barajo yang jumlah keluarga beresiko stuntingnya tinggi. Nantinya daerah tersebut akan dilakukan monitoring lebih intensif.

"Begitu juga untuk daerah-daerah lainnya, setiap ada data langsung dimonitor, ditimbang secara rutin apakah ada kenaikan atau ada penyakit penyerta dan lain-lain dirujuk ke rumah sakit, jadi prinsipnya memang tim pendamping keluarga itu salah satu kuncinya. TPK dari warga sekitar yang diangkat dan memonitor setiap harinya," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pemkot Jambi Targetkan Penurunan Angka Stunting 14 Persen

Baca juga: Audit Stunting Kota Jambi Untuk Cegah dan Atasi Stunting

Baca juga: Keluarga Muda Beresiko Stunting, Irawati Sukandar Bicara Cara Mengindarinya

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved