Menyongsong Asa Batang Hari Tangguh Melalui Sektor Pertanian yang Berkualitas

Struktur ekonomi Kabupaten Batang Hari tahun 2021 dapat dilihat dari pembentukan Produk Domestik Regional Bruto

Editor: Rahimin
Istimewa
Dengan luas wilayah sebesar 5.804,83 km2, pemanfaatan lahan terbesar di wilayah Kabupaten Batang Hari digunakan untuk sektor pertanian 

Menyongsong Asa Batang Hari Tangguh Melalui Sektor Pertanian yang Berkualitas

Oleh: Hartono, S.Si., M.E. (Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang Hari)

TRIBUNJAMBI.COM - Secara geografis, Kabupaten Batang Hari terletak di bagian tengah Provinsi Jambi yang menghubungkan Kota Jambi dan kabupaten-kabupaten di Provinsi Jambi bagian timur dengan kabupaten/kota di Provinsi Jambi bagian barat melalui jalur utama transportasi darat.

Dengan luas wilayah sebesar 5.804,83 km2, pemanfaatan lahan terbesar di wilayah Kabupaten Batang Hari digunakan untuk sektor pertanian, yaitu sebesar 5.202,77 km2 atau sekitar 89,63 persen dari luas wilayah Kabupaten Batang Hari.

Besarnya pemanfaatan lahan untuk pertanian tersebut berbanding lurus dengan mata pencaharian utama penduduk Kabupaten Batang Hari yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kabupaten Batang Hari pertengahan tahun 2021 berjumlah 306,72 ribu jiwa, di mana 69,72 persen diantaranya adalah penduduk usia produktif.

Selanjutnya, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2021 menunjukan jumlah penduduk bekerja di Kabupaten Batang Hari berjumlah 132,61 ribu orang, dengan proporsi penduduk bekerja di sektor pertanian adalah sebesar 52,32 persen, atau lebih dari setengah penduduk bekerja berada pada sektor Pertanian.

Struktur ekonomi Kabupaten Batang Hari tahun 2021 dapat dilihat dari pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha.

Data yang dirilis BPS Kabupaten Batang Hari pada laman batangharikab@bps.go.id menunjukan bahwa peran terbesar struktur ekonomi Kabupaten Batang Hari dihasilkan dari sektor pertanian, yaitu sebesar 43,51 persen. Empat sektor berikutnya yang dominan berturut-turut yaitu sektor industri pengolahan (11,62 persen), sektor pertambangan dan penggalian (9,94 persen), sektor perdagangan besar dan eceran (8,77 persen), dan sektor konstruksi (6,12 persen).

Besarnya pengaruh sektor pertanian terhadap ketenagakerjaan dan perekonomian mengharuskan adanya perhatian penuh, terutama dari pemerintah setempat untuk menjaga kinerja sektor pertanian sehingga dapat terus memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan perluasan tenaga kerja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved