Bocah Tewas di Septic Tank
Ini Penjelasan Kapolsek Kotabaru Masalah Biaya Autopsi Bocah Tewas di Septic Tank
Kapolsek Kotabaru, Kompol Dhadhag Anindhito menjelaskan proses autopsi terhadap KY (4) bocah tewas di septic tank di RT 13, Rawasari, Alam Barajo, Kot
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
"Ya harusnya disampaikan dari awal," katanya.
Di awal, besar biaya autopsi sebesar disampaikan sebsar Rp5.500.000, tetapi kondisi tanpa kain kafan dan tidak dimandikan, kemudian Effendi kakek korban meminta agar dilakukan secara keseluruhan, tetapi dengan total biaya Rp6.550.000.
Mengetahui besar biaya autopsi, saat itu, ketua RT tempat korban tinggal berinsiatif melakukan penggalangan dana dari warga-warga yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.
Saat itu, hasil penggalangan dana terkumpul hingga Rp6 juta, kemudian Effendi berinisiatif menggunakan sebagian uang tersebut untuk proses pemakaman, sehingga tersisa sekira Rp3 juta.
"Ya waktu itu, mereka menyampaikan bahwa uangnya kurang, padahal di awal menynggupi. Tetapi, saya sampaikan tidak masalh untuk kurangnya biar kami yang menyelesaikan, ya karena melihat kondisi keluarga yang kurang mampu. Jadi, sama sekali tidak ada pungli dan kita hanya menjembatani keluarga dengan rumah sakit," jelasnya.
Dhadhag menjelaskan, pihaknya juga telah membrikan sumbangan duka cita ke pada keluarga, sebagai bentuk prihatin kepolisian dengan kondisi ekonomi korban.
"Ya, semoga bisalah membantu pihak keluarag. Kita memang ada beri uang duka di luar bantuan autopsi itu ke pada keluarga, karena memang kondisinya memprihatinkan," katanya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Tonton Video Polisi Asal Jambi Tewas Ditembak di Jakarta, Kondisinya Tragis
Baca juga: Proses Autopsi Bocah Tewas di Septic Tank Permintaan Keluarga, Ini Penjelasan Keluarga dan Polisi
Baca juga: Keluarga Bocah Tewas di Septic Tank Diminta Uang Autopsi, Polisi: Kita Punya Anggaran Sendiri
Baca juga: Ungkap Misteri Kematian Kekey, Polisi Kuras Isi Septic Tank Tempat Korban Ditemukan