Tahun Baru Islam 1441 H

Keistimewaan Puasa Asyura dan Puasa Tasua, Diampuni Dosa Setahun yang Lalu

Artikel ini membahas keistimewaan Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram disertai penjelasan Ustaz Abdul Somad,

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Instagram.com/sditbisofficial
Puasa Tasua dan Asyura 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut keistimewaan Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram disertai penjelasan Ustaz Abdul Somad,

Di antara keistimewaan Puasa Asyura dan Tasua diampuni dosa setahun yang lalu.

Keutamaan Puasa Asyura dan Puasa Tasua yakni Allah akan mengampuni dosa setahun yang lalu.

Hal ini disampaikan Ustaz Abdul Somad.

"Dosa besar dan kecil. Adapun hutang, piutang, harta orang yang termakan tak dapat ditebus Puasa Asyura," tegasnya.

Rasulullah Saw melaksanakan Puasa Asyura pada 10 muharram.


Saat Rasul hijrah di Madinah, beliau tetap melaksanakannya dan memerintahkan untuk melaksanakannya.

Terdapat sebuah riwayat  yang menerangkan bahwa Rasulullah  bertemu dengan sekelompok Yahudi di Madinah.

Rasulullah mendapati mereka sedang menjalankan Puasa pada tanggal 10 muharram.

"Rasulullah bertanya, 'Puasa apa yang kamu lakukan ini?'

Mereka menjawab, 'Pada hari ini Allah SWT menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Akhirnya Nabi Musa Puasa pada hari itu sebagai bentuk rasa syukur.'


Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, 'Kami lebih berhak atas Puasa Musa daripada kalian.' Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk Puasa." (HR Ibnu Majah)

Puasa Asyura ini juga untuk  memperingati peristiwa yang terjadi di hari yang sama, 10  muharram.

Pada tanggal 10 muharram, Nabi Musa AS diselamatkan Allah SWT dari kejamnya penguasa Raja Fir'aun.

"Mengingat Asyura, mengenang bagaimana orang-orang sombong, gagah perkasa ketika hidup," bebernya.

Ustadz Abdul Somad pun mengutarakan kisah dari Nabi Musa AS dan Raja Fir'aun.

"Anak lelaki dia sembelih hidup-hidup dan anak perempuan dia biarkan hidup. Karena bagi dia (red: Raja Fir'aun), anak lelaki itu ancaman," tegasnya.

Waktu Mengerjakannya 

 Ustadz Abdul Somad mengatakan, waktu terbaik  untuk puasa pada bulan Muharram adalah tiga hari.

Puasa di bulan Muharram dikerjakan mulai dari tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.

Namun jika tidak bisa tiga hari, bisa melaksanakan dua hari.

 Rasulullah Nabi Muhammad menegaskan, Puasa di tanggal 10 Muharram adalah Puasa Asyura yang dilakukan oleh Nabi Musa setelah Firaun ditelan oleh laut.

Bani Israil kemudian diajak berpuasa atas terbebasnya mereka.

"Nabi Muhammad SAW mengikuti syariat Nabi Musa, yakni melaksanakan Puasa sunnah pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram," tutur Ustaz Abdul Somad

"Sebagai umatnya, kita wajib mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW. Perlu digaris bawahi, bukan mengikuti syariat Nabi Musa, namun Nabi Muhammad. Segala apa yang dikerjakan Rasulullah, kita tiru," ucapnya.

Jadwal Puasa Asyura dan Tasua

Berikut jadwal  Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram disertai penjelasan Ustaz Abdul Somad,

Puasa Tasua  dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, yakni jatuh pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Puasa Asyura  dilaksanakan pada 10 Muharram dan jatuh pada Senin, 8 Agustus 2022.

 

 

BACA ARTIKEL TRIBUNJAMBI.COM DI GOOGLE NEWS

Baca juga: Waktu yang Tepat Untuk Mengerjakan Puasa Tasua dan Puasa Asyura di Muharram

Baca juga: Bolehkah Seorang Muslim hanya Mengerjakan Puasa Asyura 10 Muharram?

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved