Breaking News:

Mojok Tribun Jambi

Kisah Sastra Wijaya Tiap Hari Pakai Batik Jambi di Australia, Teman Kantornya Penasaran dan Bertanya

Berita Jambi-Batik Jambi ternyata sudah cukup dikenal bahkan ke dunia internasional, satu di antaranya dikenalkan oleh Sastra Wijaya.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
istimewa
Cerita Sastra Wijaya, Batik Jambi Mendunia Hingga Negeri Kangguru. Bersama Sastra Wijaya saat wawancara Mojok Tribun Jambi. 

Saya suka dengan batik jambi karena batik jambi ini khas ya, warnanya agak lain.

Coraknya juga lain, jadi ini bisa membedakan. Karena bagi orang yang tau, orang bisa liat oh ini batik Jambi beda dengan yang lain.

Jadi ketika saya ke toko juga saya senang, karena warna-warnanya saya suka. Warna cerah seperti merah, mencolok memang tapi bagi saya sudah terbiasa dan malah menjadi menarik.

7. Kabarnya baru tau kalo di Jambi ada batik itu tahun 2018, boleh di ceritakan tahu batik Jambi dari mana?

Saya baru tau itu ketika saya turun ke bandara sultan thaha dan ketika saya turun ada batik-batik jambi yang di tampilkan. Saya baru tau di jambi produksi batik. Ada media sosial dan cari toko di Jambi ada atau tidak.

Koleksi batik saya ada 40 sampai 50 baju. Tapi setelah 2018 saya pakai setiap hari hanya ganti- ganti saja.

Jadi saya tidak pernah beli corak biasa, tapi pakai batik. Saya ke Indonesia ya saya beli batik, apalagi pada 2018 saya tau di Jambi ada toko batik, jadi saya selalu beli batik Jambi meskipun daerah lain juga ada batik.

Saya dapat buku baru yang akan di luncurkan mengenai sejarah batik jambi. Saya juga baru tau kalo tiap daerah atau kabupaten memiliki corak yang beda, misal Tanjab Barat itu coraknya lebih ke laut.

Jadi saya baru tau, selama ini saya baru tau corak nya beda-beda.

8. Peluang batik Jambi bersaing di Luar Negeri kita melihat seperti apa?

Di sini ada yang jual batik, meskipun bukan batik jambi. Potensinya ada, ketika saya pulang tiga tahun lalu, saya berfikir bagaimana ini bisa membantu masyarakat jambi.

Menurut saya potensi besar. Kemudian jastip sudah mulai ramai, permasalahan batik sebetulnya itu bukan masalah Australia Indonesia, tapi dalam negeri sendiri bersaing antar batik.

Itu persaingannya sengit. Jadi bagaimana menciptakan sesuatu yang menarik.

9. Apa yang perlu kita lakukan untuk membawa batik Jambi lebih di kenal di Internasional?

Industri batik ini perlu bantuan pemerintah daerah, mungkin pengrajin masih kecil butuh modal butuh promosi. Jadi batik jambi di jual di toko, tapi di Mall itu mungkin belum masuk yang banyak malah dari luar, jadi banyak mana masyarakat jambi beli batik jambi dan mendorong orang luar untuk beli batik jambi, ini persoalan juga.

Apakah promosi sudah gencar, kreatifitasnya, desainnya dan saya kira itu butuh bantuan dari pemerintah daerah atau orang lain.

Saya semaksimal mungkin untuk memperkenalkan batik meskipun tanpa di suruh, karena saya memang cinta batik. Jadi kalo lah orang sesuai kemampuan yang mereka miliki, karena tugas pengrajin itu cukup berat.

10. Harapan kita untuk generasi muda untuk menjaga batik sebagai warisan dunia?

Tanggal 2 Oktober hari batik Nasional dan batik juga telah di akui oleh dunia, dan dunia mengakui bahwa batik indonesia adalah warisan dunia. Jadi kenapa kita tidak mau melestarikan warisan kita? Kalo bukan kita siapa lagi yang melestarikan.

Sekarang itu tinggal bagaimana kita mempromosikan batik Jambi. Anak muda saat ini tinggal mengkreasikan bagaimana batik lebih bagus, nanti terkenal kita pun juga bangga. Kita jangan malu untuk pakai batik. Kalau bukan kita siapa lagi. (*)

Baca juga: Sebanyak 40 Motif Batik Dipatenkan Jadi Milik Kota Jambi

Baca juga: Batik Jambi Zhorif Penuhi Kebutuhan Pasar Meski Sulitnya Dapatkan Bahan Alami

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved