Breaking News:

Berita Kota Jambi

Batik Jambi 'Zhorif' Penuhi Kebutuhan Pasar Meski Sulitnya Dapatkan Bahan Alami

Batik Jambi dengan nama brand Zhorif tengah berusaha memenuhi kebutuhan pasar.

Tribunjambi/Rara
Muhtadin Atri, pengrajin Batik Zhorif 

TRIBUNJAMBI.COM, AMBI - Batik Jambi dengan nama brand Zhorif tengah berusaha memenuhi kebutuhan pasar.

Batik ini terlahir tahun 1982, kini produknya menghasilkan 52 motif yang telah dipatenkan.

Muhtadin Atri, pengrajin Batik Zhorif yang merupakan anak dari pemilik brand mengaku kesulitan dapati bahan alami.

"Bahan alami lebih sulit didapatkan daripada pewarna tekstil. Sehingga kami membeli bahan tersebut bahkan dari Jawa," katanya, Sabtu (2/10/2021).

Bahkan bahan kain polos yang digunakan untuk membatik juga diambil dari Jawa.

Terlebih dalam pembuatan batik, eksperimen harus sering dilakukan.

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional, Wali Kota Jambi dan Wakilnya Gowes Berbalut Kostum Batik

Jika melakukan kesalahan saat ekperimen pewarnaan, maka bahan dalam pewarnaan diperlukan lebih dari jumlah biasanya.

"Jadi yang membuat kita beralih ke pewarna tekstil yang bukan alami, karena adanya kegagal saat eksperimen menggunakan bahan alami," lanjutnya.

Namun tidak masalah dengan tenaga pembatik yang membantu proses produksi saat ini.

Harga batik yaitu mulai 100-400 ribu rupiah, produknya laris di pasaran.

Bahkan Syarif Fasha, Wali Kota Jambi menerima permintaan pengrajin untuk membantu agar pasaran batik terus melejit.

Namun pihak brand Zhorif harus mampu memenuhi kebutuhan pasar.

"Jangan sampai ketika pasar lagi ramai peminat, kalian berhenti," kata Fasha.

Baca juga: Pemkot Jambi akan Buat City Tour Wisata Batik Kota Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved