Korupsi Auditorium UIN STS Jambi: Muncul Kemungkinan Tersangka Baru

Dua terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan auditorium UIN STS Jambi telah menerima putusan kasasi dari Mahkamah Agung.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Jaka HB
Kejati Jambi Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN STS Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin (UIN STS) Jambi telah menerima putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI. Kedua terdakwa itu adalah Hermantoni dan John Simbolon.

Informasi itu dibenarkan oleh juru bicara Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni, ketika dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).
"Kalau di sistem informasi sudah masuk, berarti sudah (diputus)," jawabnya.

Berdasarkan penelusuran Tribunjambi.com, untuk terdakwa Hermantoni, majelis hakim di tingkat kasasi memperberat hukuman terhadapnya pada 28 Mei 2021 lalu. Hermantoni dijatuhkan pidana penjara 7 tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsider 4 bulan.

Selain itu, di juga dihukum dengan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp2,08 miliar dengan ketentuan jika terpidana tidak dapat membayar uang pengganti tersebut paling lama dalam waktu sebulan setelah putusan inkrah, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, jika terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Sebelumnya, di tingkat banding, majelis hakim tinggi menerima upaya banding dari penasihat hukum terdakwa dan menjatuhkan pidana penjara 7 tahun dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan.

Pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi sebelumnya, dia dijatuhi hukuman pidana penjara 7 tahun dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp1,75 miliar subsider 3,5 tahun.

Putusan itu sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum, pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Liga 3 Jambi akan Digelar Tanpa Penonton, PSSI Siapkan Layanan Live Streaming

Baca juga: Singkut Rawan Pencurian, Kapolsek: Tiga Motor Raib Sekali Beraksi

Baca juga: 7.000 Hektar Terbakar, Gubernur Minta Pemkab Tanjabtim dan Muarojambi Fokus Cegah Karhutla di Tahura

Sama halnya dengan Hermantoni, terdakwa John Simbolon juga dijatuhi hukuman lebih berat di tingkat kasasi yang diputuskan 10 Juni 2021 lalu. Majelis hakim menghukumnya dengan pidana penjara selama 8 tahun dan  denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan.

Selain itu, dia juga dihukum membayar  uang pengganti sebesar Rp2,104 miliar, dengan ketetuan jika terpidana  tidak membayar uang penggant  paling lama  dalam waktu 1 bulan sesudah inkrah,  maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menuntupi  uang pengganti tersebut.

Jika terpidana  tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang  pengganti, maka dipidana  dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Di tingkat banding sebelumnya, dia dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp1,018 miliar yang jika tidak tepenuhi, maka dipidana selama 1 tahun.

Pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi sebelumnya, dia dijatuhi hukuman pidana penjara 8 tahun dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp2,104 miliar subsider 4 tahun.

Sidangkasus dugaan korupsi pembangunan Auditorium UIN STS Jambi
Sidangkasus dugaan korupsi pembangunan Auditorium UIN STS Jambi (Tribunjambi/dedi nurdin)

* Perkembangan Kasus Auditorium UIN STS

Sampai saat ini, kasus dugaan korupsi pada pembangunan auditorium UIN STS Jambi ini telah menjerat lima orang. Mereka adalah Hermantoni selaku PPTK dalam proyek Pembangunan Auditorium UIN Jambi, Jhon Simbolon selaku Direktur PT Lambok Ulina, Iskandar Zulkarnain, Kristiana, dan Redo Setiawan yang ikut terlibat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved