Breaking News:

7.000 Hektar Terbakar, Gubernur Minta Pemkab Tanjabtim dan Muarojambi Fokus Cegah Karhutla di Tahura

Gubernur dan Kapolda Jambi minta pemerintah Kabupaten Tanjabtim dan Muaro Jambi, untuk fokus antisipasi karhutla di Kawasan Tahura.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Ilustrasi kebakaran hutan. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK -  Gubernur dan Kapolda Jambi minta pemerintah Kabupaten Tanjabtim dan Muaro Jambi, untuk fokus antisipasi karhutla di Kawasan Tahura. Jumat (6/8)

Hal tersebut dikatakan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanjung Jabung Timur Indra S Gunawan.

Katanya berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait Karhutla yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian khusus. 

Satu diantaranya terkait antisipasi terjadinya karhutla di kawasan hutan Tahura. Dimana untuk kawasan tahura sendiri terdapat dua kabupaten yang memiliki tanggung jawab yakni Kabupaten Tanjabtim dan Muaro Jambi. 

"Berdasarkan prediksi sementara puncak kemarau ini akan terjadi pada bulan Agustus hingga November mendatang. Untuk Kabupaten Tanjabtim dan Muaro jambi, Gubernur langsung menginstruksikan untuk mewaspadai karhutla di Tahura Londrang agar menjadi perhatian, " ujar Indra, Jumat (6/8).

Terkait tahura londrang sendiri Gubernur dan Kapolda meminta solusi jangka panjang bagaimana cara penanganan karhutla di kawasan tahura tersebut.

"Berdasarkan hasil laporan Pak Bupati, bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjabtim khususnya sudah menyampaikan laporan ke KLHK. Akan tetapi hingga saat ini belum ada kelanjutan, karena untuk kewenangan Tahura memang berada di Dinas Kehutanan Provinsi," jelasnya.

Baca juga: Vaksinasi Merdeka Siginjai Tak Harus Punya KTP, Polda Jambi Targetkan 2.000 Vaksin Setiap Hari

Baca juga: 40 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Kumpeh Ilir, Satgas Karhutla Kerahkan Helikopter Water Bombing

 

"Kita tidak punya wewenang untuk akses ke tahura tadi karena aturan. Sementara setiap tahun titik hotspot terbesar selalu ada di Tahura," ujarnya.

"Di Kawasan tahura sendiri pernah terjadi kebakaran hingga 7000 hektar untuk kawasan Muaro Jambi, sedangkan 3 ribu hektarnya berada di kawasan Tanjabtim, " tambahnya. 

Permasalahan di daerah sendiri, pemerintah daerah tidak bisa masuk ke lokasi tahura jika tanpa izin. Baik untuk patroli antisipasi ataupun untuk membuat kanal (sodetan) pemutus api atau sebagainya. Karena keterbatasan izin wewenang tadi. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved