Berita Internasional

Wuhan Kembali Diserang Covid-19, Tes Corona Besar-besaran Sampai Digelar hingga Warga Panik

Kota Wuhan, China kembali jadi sorotan kembali atas kasus Covid-19 yang kembali mewabah ke wilayah itu.

AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

Diantaranya Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, dan Moderna.

Baca juga: KPK Lanjut Periksa Empat Saksi terkait Kasus Suap RAPBD Provinsi Jambi 2018

Baca juga: Target Vaksinasi Belum Tercapai, Mashuri Akui Masyarakat Belum Antusias dan Kurang Sosialisasi

Berdasarkan data, vaksin ini 95% ini efektif melindungi dari Covid-19 dan varian Alpha yang mendominasi kasus corona di Inggris pada awal 2021 lalu, menurut ilmuwan.

Kendati demikian, kemampuan dari vaksin ini juga untuk melindungi dari infeksi dan penularan selanjutnya lebih rendah.

Para ilmuwan turut mengatakan, mungkin efektivitas vaksin terhadap penyakit parah tetap tinggi, namun perlindungan dari gejala ringan dan infeksi dapat menurun seiring waktu.

Israel malah justru telah meluncurkan program vaksinasi ketiga pertama di dunia.

Vaksin dosis ketiga ini juga ditujukan untuk para lansia 60 tahun ke atas.

Mereka akan disuntik dengan Pfizer-BioNTech untuk mencegah dengan masifnya penyebaran varian Delta.

Sejak munculnya varian Delta, Kementerian Kesehatan Israel dua kali turut melaporkan penurunan kemanjuran vaksin terhadap infeksi dan sedikit penurunan perlindungannya terhadap penyakit parah.

Dalam laporan terpisah kepada pemerintah Inggris pada 22 Juli, para ilmuwan mengatakan ada "kemungkinan realistis" bahwa akan muncul strain baru yang dapat menyebabkan penyakit parah atau mengurangi kemanjuran vaksin saat ini.

Penerbangan dan perjalanan kereta juga ditangguhkan

Seperti mengutip Kompas.tv, China menangguhkan penerbangan dan perjalanan kereta, turut membatalkan pertandingan liga basket profesional dan mengumumkan tes Covid-19 massal di Wuhan pada Selasa (3/8/2021).

Semua langkah ini ditempuh lantaran varian Delta telah mencapai kota yang mendeteksi pertama kali virus Corona pada akhir 2019 lalu itu.

Melansir Associated Press, meskipun jumlah dari total kasus Covid-19 masih di angka ratusan, namun juga penyebarannya jauh lebih luas ketimbang yang pernah ditangani China sejak awal pandemi yang melumpuhkan Wuhan pada awal 2020.

Dulu, China juga langsung meredam penyebaran Covid-19 dengan melakukan lockdown di wilayahnya secara segera dan tes Covid-19 massal pun dilakukan untuk mengisolasi orang-orang yang terinfeksi bilamana kasus baru muncul.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved