Breaking News:

Kasus Corona di Sarolangun

Pelanggar Prokes di Sarolangun akan Didenda, Untuk Rumah Makan Denda Rp 5 Juta

Berita Sarolangun-Pemerintah Kabupaten Sarolangun memulai pemberlakuan sanksi denda administrasi pelanggar protokol kesehatan

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Pelanggar prokes di Sarolangun akan didenda 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun memulai pemberlakuan sanksi denda administrasi pelanggar protokol kesehatan di wilayah Sarolangun.

Sanksi yang akan diberikan kepada masyarakat tersebut agar masyarakat lebih patuh dalam mengunakan masker dan menjauhi kerumanan.

Selain itu, masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah masih abai dengan intruksi yang diberlakukan beberapa waktu lalu. Yakni himbauan dari satuan tugas Covid-19 kabupaten Sarolangun.

Bagi masyarakat yang kedapatan oleh tim satgas Covid-19 tidak menerapkan prokes maka akan didenda uang sebesar Rp. 50.000.

"Semestinya pemberlakuan sanksi denda tersebut mulai hari ini Jum'at. namun ditundah Minggu depan," kata Sekretaris daerah Sarolangun IEndang Abdul Naser, Jumat (23/07/2021).

Sejauh ini, tim satgas Covid-19 kabupaten Sarolangun hanya memberikan himbauan atau sanksi sosial kepada masyarakat, tapi kedepan yang melanggar Prokes, apalagi tak menggunakan masker, akan diberikan sanksi denda.

"Selama ini kita hanya memberikan himbau dan sanksi Sosial, namun kedepan tidak lagi, langsung kita denda ditempat," katanya.

Sanksi tersebut juga berlaku untuk Rumah Makan yang melanggar Protkes dan aturan atau himbauan.

Denda yang diberikan untuk Rumah Makan mencapai Rp 5 Juta atau sanksi penyegelan tempat usaha.

"Untuk rumah makan dendanya mencapai Rp 5 Juta atau disegel dari mulai Satu Minggu sampai dengan Sebulan," sebut Sekda.

Ketegasan yang diberikan oleh Pemkab Sarolangun ini bukan tanpa alasan, karena peningkatan Penyebaran Covid 19 di Sarolangun sendiri semakin hari semakin meningkat.

"Oleh sebab itu sanksi ini kita berlaku sehingga masyarakat dapat mencegah penyebaran Covid 19 dan memutus mata rantainya," ungkapnya.

Baca juga: Vaksinasi Massal di Sarolangun, Petugas Berulangkali Imbau Masyarakat Jaga Jarak Jangan Berkerumun

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved