Breaking News:

Kekerasan Anak di Muarojambi

Kasus Kekerasan dan Asusila Terhadap Anak di Muarojambi Masih Tinggi

Berita Muarojambi - Hingga pertengahantahun 2021 ini, sudah ada belasan kasus kekerasan dan asusila terhadap perempuan dan anak

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin
tribunjambi/hasbi sabirin
Kasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak di Dinsos Muarojambi, Fitriani. 

Kasus Kekerasan dan Asusila Terhadap Anak di Muarojambi Masih Tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kasus kekerasan dan asusila terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Muarojambi masih cukup tinggi. 

Anggka ini tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi.

Hal ini diungkapkan Kasi Pemberdayaan Pendampingan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) di Dinas Sosial Muarojambi Fitriani.

"Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain kita Muarojambi memang paling tinggi," katanya dikonfirmasi pada Kamis (22/7/2021).

Kata Fitriani, hingga pertengahantahun 2021 ini, sudah ada belasan kasus kekerasan dan asusila terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Muarojambi.

Sampai Mei 2021, sudah ada 14 kasus, dari belasan kasus hanya enam yang mereka tangani, sisanya ditangani oleh Provinsi.

Tingginya angka kasus kekerasan dan asusila terhadap anak di Muarojambi lantaran beberapa hal, mulai dari faktor ekonomi hingga pendidikan.

"Penyebabnya faktor ekonomi sangat dominan, kalau ekonomi rendah tentu pendidikan juga rendah, misal tinggal di rumah petak, kadang pintu kamarnya tak ada sehingga saat beraktivitas buat anak-anak itu tidak private, ini yang kadang-kadang membuat terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan," kata Fitri.

Selain kasus kekerasan terhadap anak, ada juga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk kasus KDRT,  sejauh ini ada tiga kasus yang mereka tangani.

Di moment peringatan hari anak nasional  pada tanggal 23 Juli besok, dia berpesan agar semua pihak bisa memberikan pengayoman terhadap anak, bahwa tiap anak memiliki hak yang sama. 

"Ada beberapa hak pokok yang harus dipenuhi mulai dari hak sipil, hak asuh, hak pendidikan, hingga hak perlindungan khusus anak dikategorikan disabilitas atau difabilitas. Mari kita beri pengayoman kepada anak-anak kita agar kelak berguna bagi agama bangsa dan negara," pungkasnya.(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Kesadaran Orangtua di Tanjabtim Untuk Sekolahkan Anak di PAUD Dinilai Masih Rendah

2022 Mendatang Tanjung Jabung Timur Mendapat Bantuan TPS3R, Untuk Atasi Masalah Sampah

BREAKING NEWS Mulai Besok BPKAD Sarolangun Ditutup, 9 Staf Kantor Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved