Tips Kesehatan
Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke, Nyeri Dada Menjalar ke Lengan Kiri untuk Serangan Jantung
Beda gejala serangan jantung dan stroke yang bisa dikelani. Ketidaknyamanan di dada atau nyeri dada Ketidaknyamanan tubuh bagian atas.
Setiap sel otak yang tidak menerima oksigen akan mulai mati. Kondisi ini bisa terjadi dalam beberapa menit.
Aneurisma otak adalah tonjolan di arteri yang bisa pecah. Hal ini dapat menyebabkan stroke.
Gejala stroke dan aneurisma bisa serupa, tetapi mungkin memerlukan perawatan yang berbeda.
Serangan jantung dan stroke dapat memiliki gejala yang serupa, tetapi ada juga beberapa perbedaan penting.
Baca juga: Ciri Penyakit Jantung - Irama Detak Jantung Tak Beraturan, Sesak Napas, Kaki Bengkak
Faktor risiko serangan jantung dan stroke
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena serangan jantung atau stroke.
Berikut ini beberapa faktor risiko serangan jantung dan stroke yang tak bisa dikendalikan:
- Usia
- Riwayat keluarga stroke atau serangan jantung
- Ras atau etnis tertentu
- Jenis kelamin
- Kondisi yang membuat darah “lengket”, seperti penyakit anemia sel sabit
Orang yang pernah mengalami stroke, mini-stroke, atau serangan jantung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi di kemudian hari.
Sedangkan berikut ini adalah faktor-faktor risiko serangan jantung dan stroke yang masih mungkin dapat dikendalikan:
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi dan trigliserida tinggi
- Kelebihan berat badan dan obesitas
- Diabetes
- Pola makan yang buruk
- Kurangnya aktivitas fisik
- Minum alkohol terlalu banyak
- Stres
Baca juga: Manfaat Air Kelapa yang Dapat Mendukung Kesehatan Jantung dan Mencegah Batu Ginjal
Sementara itu, seseorang secara khusus dianggap memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung jika dalam kondisi ini:
- Sebagai laki-laki
- Sudah pernah terkena serangan jantung
- Memiliki diagnosis penyakit jantung, seperti cacat jantung bawaan
Sedangkan orang dengan risiko stroke yang lebih tinggi termasuk mereka yang:
- Pernah mengalami stroke sebelumnya, termasuk serangan siskemik atau stroke ringan
- Telah menggunakan atau sedang menggunakan obat-obatan seperti kokain, ekstasi, amfetamin, atau heroin
- Telah menggunakan pil KB
- Menderita sleep apnea
- Memiliki masalah arteri yang dapat memengaruhi otak, seperti penyakit arteri karotis
Itulah perbedaan gejala serangan jantung dan stroke. Semoga bermanfaat.
Sumber: Kompas.com