Saring Data di Dukcapil, Pemkot Jambi Seleksi Lansia Penerima Vaksin Covid-19

"Saya instruksikan kepada Pak Sekda, dinas kesehatan, dan dinas dukcapil untuk mengambil data di dukcapil. Karena lansia ini tidak bisa kita hanya mem

Tribunjambi/Rara
Proses pendataan lansia pada meja satu sebagai alur pertama sebelum dapat suntikan vaksin Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saring data masyarakat di Dinas Dukcapil Kota Jambi, bentuk dari upaya Pemerintah Kota Jambi seleksi dan dapatkan data lansia penerima vaksin Covid-19.

Pendataan vaksinasi Covid-19 pada lansia dilalukan berbeda.

"Saya instruksikan kepada Pak Sekda, dinas kesehatan, dan dinas dukcapil untuk mengambil data di dukcapil. Karena lansia ini tidak bisa kita hanya meminta data dari Puskemas," ucap Syarif Fasha, Wali Kota Jambi, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Safrial Angkat Bicara Soal Tudingan Sejumlah Inventaris Rumah Dinas Bupati Tanjabbar yang Hilang

Baca juga: Kronologi Detik-detik Ibu dan Anak Korban Tabrak Lari di Merangin Tewas

Baca juga: VIDEO Mertua di Tulung Selapan Tewas Setelah Makan Pindang Bercampur Racun yang Disajikan Menantu

"Karena, tidak semua lansia itu berobatnya ke Puskesmas. Jadi makanya minta datanya ke dukcapil," lanjutnya.

Data tersebut diambil dari kelahiran tahun 1959, 1958, 1957 ke bawah, dan seterusnya.

Kemudian, data tersebut dipisahkan perkelurahan.

Setelah data tersebut terpisa berdasarkan kelurahannya, barulah perorangan akan mendapatkan panggilan vaksinasi alias dihubungi pihak kelurahan.

"Yang penting ada data by name, by address. Data inilah yang akan kita laporkan ke pusat, bahwa kebutuhan lansia di Kota Jambi ini data validnya sekian," ucapnya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat memberikan vaksin secara bertahap. Jadi data diminta terlebih dahulu sekian selama seminggu.

"Kita tidak ada perbedaan dengan Pemerintah pusat," katanya.

Kemudian, ia memisalkan, tahap pertama selesai, ada sekira 1000 vaksin. Setelah itu baru diminta kembali data lanjutannya.

"Setelah itu dia (Pemerintah pusat) minta lagi mana datanya," sebut Fasha.

Jadi, ia memutuskan untuk menyiapkan saja sekaligus datanya. Setelah itu baru dilaporkan terlebih dahulu kepada pusat jumlah lansia yang ada di Kota Jambi.

"Misalkan data lansia kita 100 ribu, 200 ribu, tinggal pusat saja membaginya berapa banyak," pungkas Fasha.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved